Langsa, NagaNews. Co, – Desil adalah sistem Statistik untuk mengelompokkan masyarakat menjadi 10 kelompok yaitu Desil 1 sampai dengan Desil 10 berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.
Desil 1 (satu) yaitu golongan masyarakat paling miskin, dan Desil 10 (sepuluh) masyarakat golongan yang dianggap mampu, untuk Desil 10 tersebut mereka tidak lagi layak untuk mendapatkan bantuan sosial Pemerintah.
Desil yang sering dijadikan acuan oleh pemerintah untuk menargetkan penyaluran bantuan sosial agar tepat pada sasaran, ternyata hal itu tidak seperti yang diharapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, pada pemberlakuan Desil sistem statistik masih didapati ketidaksesuaian fakta dilapangan. Masyarakat tidak mampu masuk pada Desil golongan mampu diatas angka lima, dengan demikian mereka dianggap tidak layak untuk mendapatkan berbagai bantuan pemerintah seperti PKH dan bantuan lainnya.
Terkait fakta dan realita yang terjadi ditengah masyarakat tersebut, hal itu akan berpotensi terjadinya kecemburuan sosial yang berkepanjangan ditengah warga, karena itu masyarakat meminta kepada petugas statistik agar pengelompokkan masyarakat dengan Desil dapat ditinjau ulang.
“Ya, terkait Desil yang menjadi acuan pemerintah dalam penyaluran bantuan agar tepat pada sasaran, untuk hal itu kami minta dan berharap kepada petugas statistik agar melakukan peninjauan ulang terhadap Desil pengelompokan orang tersebut, ujar Zulkifli warga Gampong Meutia dalam konfirmasinya kepada NagaNews.co, Sabtu (27 Desember, 2025).
Ia menambahkan, “Desil sistem statistik yang diterapkan pemerintah selama ini, jauh dari harapan, ini disebabkan penempatan Desil oleh Statistik, layak saya duga tidak dilakukan secara akurat dengan cara cek atau verifikasi langsung ketengah warga.
“Terkait hal ini, jangan ada indikasi bahwa petugas BPS hanya bekerja dibalik meja, karena itu perlu turun dan cek kondisi masyarakat, tutupnya dengan nada kecewa terhadap kinerja petugas Statistik dan pihak desa.
Sementara itu masyarakat lain yang tidak mau namanya ditulis oleh Wartawan media ini, dirinya ikut melontarkan nada serupa, menurutnya penerapan Desil yang tidak akurat oleh BPS akan memicu kecemburuan sosial ditengah masyarakat, angka Desil yang tinggi membuat masyarakat miskin yang seharusnya layak mendapatkan bantuan, namun tidak diberikan.
“Tak habis pikir saya, masak kehidupan saya seperti ini, Desil nya berada pada angka 6 (enam), dari mana mereka menilai itu, sebut warga lainnya menerangkan. Lanjut warga lagi, “kalau seperti ini yang terjadi, bagaimana dengan harapan pemerintah yang menjadikan Desil sebagai acuan pada penyaluran bantuan sosial bisa tepat pada sasaran, masyarakat yang tergolong miskin Desil diatas lima.
“Sementara ada masyarakat yang mampu berkehidupan serba cukup tambahnya lagi, angka Desil nya dibawah angka 5 (lima), ini jelas tidak adil, karena itu, petugas BPS perlu lebih teliti dalam menentukan angka Desil tersebut, jangan duduk bekerja di kantor saja, verifikasi lapangan juga perlu dilakukan untuk keakuratan data masyarakat, tutupnya. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : M. Sinaga






