Air Keras untuk Aktivis: Teror Biadab yang Mengancam Demokrasi, PERMAHI Cabang Langsa Angkat Suara

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, NagaNews. Co – Tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menuai kecaman keras dari berbagai kalangan. Aksi tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan keji yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa aktivis yang bersuara kritis terhadap pelanggaran hak asasi manusia masih berada dalam posisi rentan. Metode serangan yang digunakan—air keras—mencerminkan tindakan yang terencana, brutal, dan bertujuan membungkam suara keadilan melalui teror.

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Cabang Kota Langsa, Afinas Qadafi, mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, tegas, dan transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar penganiayaan, ini adalah teror terhadap demokrasi. Serangan terhadap aktivis adalah serangan terhadap keberanian publik untuk bersuara. Negara tidak boleh kalah oleh rasa takut yang sengaja diciptakan,” tegas Afinas Qadafi dalam rilisnya yang diterima media ini, Kamis (19 Maret 2026).

Ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi setiap warga negara, termasuk para pembela hak asasi manusia yang selama ini berada di garis depan memperjuangkan keadilan.

“Jika pelaku tidak segera ditangkap dan aktor intelektualnya tidak diungkap, maka negara sedang mengirim pesan berbahaya: bahwa kekerasan adalah cara efektif untuk membungkam kritik,” lanjutnya.

Secara hukum, tindakan penyiraman air keras dapat dikategorikan sebagai penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP, dengan ancaman pidana berat. Selain itu, apabila terbukti direncanakan, pelaku dapat dijerat dengan ketentuan tambahan terkait permufakatan jahat. Tindakan ini juga bertentangan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

PERMAHI Langsa mendesak:

1. Aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual di balik serangan.
2. Negara memberikan perlindungan maksimal kepada korban dan aktivis lainnya.
3. Pemerintah memastikan tidak ada impunitas terhadap pelaku kekerasan terhadap pembela HAM.

“Kasus ini menjadi ujian nyata bagi komitmen negara dalam menegakkan hukum dan melindungi demokrasi. Tanpa tindakan tegas, peristiwa ini berpotensi menjadi preseden buruk yang mempersempit ruang kebebasan sipil di Indonesia,” ujar Afinas.

Sebagai penutup, Afinas Qadafi menegaskan: “Jika aktivis disiram air keras dan negara gagal menghadirkan keadilan, maka yang sedang runtuh bukan hanya hukum tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap negara,” tandas Afinas. (B.01)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan
Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Berita ini 38 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB