Siantar, NagaNews. Co, – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama pemangku kepentingan industri sawit secara simbolis melepas tiga spesies serangga penyerbuk tanaman sawit asal Tanzania. Kegiatan berlangsung di Kebun PPKS Marihat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (9/4/2026).
Ketiga spesies yang dilepas adalah Elaeidobius subvittatus (1.704 ekor), E. kamerunicus (1.494 ekor), dan E. plagiatus (1.359 ekor). Sebelum dilepas, semua serangga telah melalui uji karantina ketat di Insektarium PPKS Marihat PT Riset Perkebunan Nusantara, meliputi uji kemurnian spesies, keamanan ekologis, efektivitas, kompetisi antarspecies, hingga analisis metagenomik. Pengawasan dilakukan Badan Karantina Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam sambutan yang dibacakan Direktur Perbenihan Kementan Ebi Rulianti, menyebut inovasi ini sebagai kelanjutan perjalanan panjang industri sawit nasional. “Kita belajar dari sejarah bahwa inovasi kecil bisa membawa dampak besar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ebi Rulianti menambahkan bahwa selama ini Indonesia hanya mengandalkan satu spesies utama, Elaeidobius kamerunicus, yang diintroduksi dari Kamerun pada 1980-an. Spesies itu berkontribusi besar terhadap sistem penyerbukan alami, namun dinamika agroekosistem dan perubahan lingkungan menuntut adaptasi. “Introduksi serangga dari Tanzania ini diharapkan mendorong transformasi sistem produksi sawit agar lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan,” jelas Ebi.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyatakan bahwa pelepasan ini menjadi solusi atas stagnasi produktivitas. Kemampuan penyerbukan E. kamerunicus dari introduksi lama dinilai menurun, sehingga produksi tandan buah segar (TBS) stagnan bahkan cenderung turun. “Pelepasan ini merupakan rangkaian HUT GAPKI ke-45 sekaligus pengayaan sumber daya genetik baru dari daerah asal kelapa sawit,” kata Eddy.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Iim Mucharam, Direktur BPDP Alfansyah, Ketua Komite Riset BPDP Didiek Hadjar Goenadi, perwakilan Badan Karantina Indonesia Antarjo Dikin, Direktur Operasional PalmCo Rediman Silalahi, serta SEVP PT RPN M. Edwin Syahputra Lubis.***
Penulis : MS
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Majalah Sawit Indonesia






