Melawan Lupa: Afinas Qadafi Luncurkan Buku tentang Tragedi Arakudo dan Keadilan Transisional di Aceh

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Tangkapan layar buku

Keterangan Foto: Tangkapan layar buku "Tanggung Jawab Negara dan Keadilan Transisional di Aceh: Membongkar Tragedi Arakudo dan Perjuangan Korban Pelanggaran HAM Berat" karya Afinas Qadafi, S.H., CPM.

Langsa, NagaNews.co – Di tengah gempuran isu politik dan pembangunan nasional, buku berjudul “Tanggung Jawab Negara dan Keadilan Transisional di Aceh: Membongkar Tragedi Arakudo dan Perjuangan Korban Pelanggaran HAM Berat” hadir sebagai pengingat bahwa luka konflik Aceh belum sepenuhnya pulih. Karya Afinas Qadafi, S.H., CPM, yang diterbitkan oleh Eureka Media Aksara ini mengangkat kembali isu pelanggaran HAM berat yang kerap terlupakan.

Buku ini menyoroti Tragedi Arakudo, salah satu peristiwa kelam yang masih menyisakan duka mendalam bagi para penyintas dan keluarga korban. Lewat pendekatan hukum tata negara, hak asasi manusia, dan keadilan transisional, Afinas mengupas bahwa penyelesaian kasus masa lalu bukan hanya soal retrospeksi sejarah, melainkan cerminan kualitas demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia saat ini.

Afinas, yang akrab disapa Dafi, menegaskan bahwa perdamaian sejati tak cukup diukur dari berhentinya kekerasan, tetapi juga dari keberanian negara mengakui kesalahan dan memulihkan hak-hak korban. “Melupakan bukanlah jalan menuju perdamaian. Mengakui kebenaran adalah fondasi utama untuk membangun masa depan yang adil,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari dua dekade pasca-konflik, tuntutan akan kebenaran, pengakuan, dan pemulihan hak korban masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi negara. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat keadilan transisional tidak sekadar sebagai proses hukum, tetapi juga upaya memulihkan martabat manusia dan mencegah terulangnya tragedi serupa.

Dengan analisis mendalam terhadap instrumen HAM nasional dan internasional, karya ini diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, praktisi hukum, aktivis, dan pembuat kebijakan. Afinas berharap buku ini bisa menjadi ruang refleksi kolektif bahwa menyelesaikan pelanggaran HAM berat adalah amanat konstitusi yang tak bisa ditawar.

“Bangsa yang besar bukanlah yang berhasil menghapus jejak masa lalu, melainkan yang berani mengakui sejarah, menghormati korban, dan menjadikan keadilan sebagai kompas masa depan,” pungkasnya.

Bagi Afinas, selama masih ada korban yang menanti keadilan, selama itu pula negara belum selesai memenuhi tanggung jawabnya. Tragedi kemanusiaan bukanlah cerita usang, melainkan pelajaran abadi yang harus dijaga agar tak terulang. Sebab, keadilan yang tertunda memang mungkin tak kunjung tiba, tapi ia tak boleh hilang dari ingatan bangsa. (B.01)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Buron Sejak 2023, Terduga Pelaku Curanmor di Way Kanan Dibekuk Tim URC Polres
Kabid GTK Provinsi Lampung Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Pemberitaan SMA 2 Blambangan Umpu
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Langsa Gelar Apel Gabungan
KKN 06 IAIN Langsa Sosialisasikan “Stop Bullying” di MIS Al-Muttaqin Tanjung Putus
Mahasiswa KKN 06 IAIN Langsa Gelar Sosialisasi Menabung Sejak Dini di MIS Al Muttaqin
KKN 06 IAIN Langsa Hadirkan Pojok Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca di Desa Tanjung Putus
Kepala BSKDN Dorong Pemda Lindungi Inovasi Daerah melalui Kekayaan Intelektual
Kurang dari 12 Jam, Terduga Pembunuh Security PT AKG Sungsang Menyerahkan Diri ke Polres Way Kanan
Berita ini 39 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Buron Sejak 2023, Terduga Pelaku Curanmor di Way Kanan Dibekuk Tim URC Polres

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Kabid GTK Provinsi Lampung Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Pemberitaan SMA 2 Blambangan Umpu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Langsa Gelar Apel Gabungan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:51 WIB

KKN 06 IAIN Langsa Sosialisasikan “Stop Bullying” di MIS Al-Muttaqin Tanjung Putus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Mahasiswa KKN 06 IAIN Langsa Gelar Sosialisasi Menabung Sejak Dini di MIS Al Muttaqin

Berita Terbaru