Kebun Durian, Kampar – NagaNews.co, H. Arizal, S.A.P, M.Si resmi menyandang gelar adat Datuk Rajo Bandaro Penghulu Suku Kenegerian Kebun Durian. Prosesi penobatan berlangsung khidmat pada Sabtu (15/8/26) di Rumah Godang Siompu Datuk Rajo Bandaro, Desa Kebun Durian, Kecamatan Gunung Sahilan.
Penobatan H. Arizal dilakukan langsung oleh pendahulunya, H. Ramadhan, yang juga bergelar Pisoko Urang Tuo Kenegerian Kebun Durian. Dalam kesempatan yang sama, turut dinobatkan Nurhadi sebagai Datuk Mudo dan Marcos Efendi sebagai Datuk Paduko Ajo. Keduanya akan bertugas sebagai pembantu Datuk Rajo Bandaro dalam menjalankan roda pemerintahan adat.
Acara adat ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK), Datuk Yusri; Pucuk Adat Kenegerian Gunung Sahilan; para Ninik Mamak se-Kenegerian Gunung Sahilan dan serantau Kampar Kiri; Anggota DPRD Kampar, Eko Sutrisno; Kapolsek Kampar Kiri; Danramil Kampar Kiri; Danyonif TP 898; Camat Gunung Sahilan; Camat Kampar Kiri Tengah; para kepala desa se-kecamatan Gunung Sahilan; serta ratusan undangan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan Adat dan Harapan Baru
Dalam sambutannya, H. Ramadhan selaku Pisoko Urang Tuo berpesan kepada H. Arizal agar dapat menjalankan amanah sebagai pucuk pimpinan adat dengan arif dan bijaksana. Senada dengan itu, Ketua LAK Kampar, Datuk Yusri, turut berharap agar Datuk Rajo Bandaro yang baru mampu menjadi setawar sedingin bagi masyarakat di Kenegerian Kebun Durian, serta senantiasa berjalan lurus dan berkata benar.
Menanggapi amanah tersebut, H. Arizal menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Pisoko Urang Tuo dan seluruh Ninik Mamak. Ia juga berharap agar para tetua adat senantiasa memberikan tunjuk ajar dalam menjalankan tugasnya demi mensejahterakan anak kemenakan di Kenegerian Kebun Durian.
Fokus pada Tanah Ulayat
Lebih lanjut, H. Arizal mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera dituntaskan, terutama terkait pengelolaan tanah ulayat yang selama ini dikuasai oleh pihak perusahaan.
“Selama ini, anak kemenakan belum merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan di atas tanah ulayat kami. Ke depan, kami akan meminta perusahaan untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan memberikan hak-hak kami sebagai pemangku ulayat. Tujuannya satu, yaitu untuk kesejahteraan anak kemenakan Kenegerian Kebun Durian,” tegasnya.
Di akhir acara, Datuk Rajo Bandaro yang baru dinobatkan itu juga memohon dukungan penuh dari seluruh anak kemenakan agar ia dapat menjalankan amanah sebagai pemangku adat dengan sebaik-baiknya. (MS/rilis)
Penulis : MS
Editor : Redaksi






