Mendagri Tito Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (tengah) bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (kiri) dan Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA (kanan) saat meninjau kondisi Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, yang terdampak gempa bumi, Rabu (19/8/2026).

Keterangan Foto: Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (tengah) bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (kiri) dan Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA (kanan) saat meninjau kondisi Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, yang terdampak gempa bumi, Rabu (19/8/2026).

Sikka, NagaNews.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kondisi Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa bumi, Rabu (19/8/2026). Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kondisi sarana dan kelancaran aktivitas pelayanan di pelabuhan pascagempa.

Mendagri tiba di lokasi didampingi Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, serta sejumlah pejabat terkait. Di lokasi, Mendagri mendengarkan langsung laporan Bupati Sikka mengenai kondisi bangunan pelabuhan akibat gempa.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Meski demikian, aktivitas pelayanan di Pelabuhan Laurentius Say telah kembali berjalan normal, kendati sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendagri menjelaskan, berdasarkan keterangan Kepala Syahbandar, operasional pelabuhan tetap dapat berjalan karena sistem digitalisasi yang digunakan telah memiliki mekanisme cadangan (backup). Sistem tersebut memungkinkan pelayanan dialihkan ke tempat sementara apabila terjadi gangguan jaringan internet.

“Dan keterangan dari Pak Kepala Syahbandar ini operasional tetap berjalan. Kan ada sistem digitalisasinya sudah punya backup. Jadi dapat dialihkan ketika ada internet di tempat sementara,” ujar Mendagri kepada awak media usai peninjauan.

Ia menambahkan, layanan embarkasi maupun debarkasi juga telah berlangsung normal. Mendagri mengapresiasi jajaran Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan otoritas pelabuhan yang telah memastikan pelayanan tetap berjalan di tengah kondisi pascagempa.

Kewaspadaan terhadap Gempa Susulan

Mendagri mengingatkan bahwa potensi gempa susulan masih perlu diantisipasi. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan dengan skala lebih kecil masih mungkin terjadi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Untuk memastikan keamanan bangunan pelabuhan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan asesmen setelah kondisi gempa benar-benar stabil. Asesmen tersebut diperlukan guna menentukan langkah penanganan terhadap bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

“Apakah strukturnya masih kuat atau tidak. Kalau strukturnya masih kuat, maka tinggal pembangunan dinding, interior, atap, dan lain-lain. Tapi kalau strukturnya tidak kuat, ya mau tidak mau harus dibongkar supaya strukturnya betul-betul kokoh,” sambungnya.

Pemerintah Hadir Penuh untuk Masyarakat Terdampak

Mendagri menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat gempa tersebut. Ia memastikan pemerintah pusat akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak dan mengoptimalkan penanganan pascabencana. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar jajaran menteri dan kepala lembaga negara hadir langsung di wilayah terdampak bencana di NTT.

“Saya lihat sudah banyak sekali kekuatan yang datang ke sini. Kepala BNPB sudah ada di sini, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri PU, dan saya dapat informasi siang ini Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan juga akan di sini. Kita semua kroyokan untuk membantu,” ujarnya.

Selain menangani dampak kerusakan, pemerintah terus mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari bahan pangan, air minum, listrik, hingga jaringan komunikasi. Mendagri juga memahami bahwa sebagian masyarakat masih mengalami trauma akibat gempa. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak dipaksakan kembali ke rumah masing-masing selama situasi belum benar-benar stabil.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan warga merasa aman sekaligus tetap mendapatkan dukungan selama masa tanggap darurat.

“Jadi kalau masyarakat memang ada yang tidur di luar, ya tentu kita harus bantu dan kita tolong. Kita jangan paksa mereka masuk ke dalam. Karena gempa sebulan bisa saja terjadi,” tandas Mendagri. (MS).

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah
Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Mendagri Tito Dukung Perkada Tapteng: Saya Back Up Jika DPRD Tak Setuju
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Jumat, 11 September 2026 - 23:47 WIB

Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi

Berita Terbaru

Penulis: Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah, Lc. MA
(Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa)

Berita

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:05 WIB