Langsa, NagaNews.co, – Dampak banjir beberapa hari lalu telah mempengaruhi naiknya harga pada sejumlah bahan kebutuhan pokok di kota Langsa.
Dari penelusuran media ini mendapati beberapa jenis bahan pokok yang mengalami kenaikan seperti beras yang biasanya dijual seharga Rp 22.000 s/d Rp 25.000,- ribu rupiah per bambu.
Saat ini dijual dengan harga Rp 30.000,- ribu rupiah per bambunya. Selain beras, kenaikan harga barang juga terjadi pada harga jual telur ayam Ras dan bahan pokok jenis sayur-sayuran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harga cabe merah misalnya, saat ini naik tiga kali lipat dimana sebelumnya dijual seharga 60 ribu rupiah dalam perkilonya kini harga cabe tersebut dijual dengan harga Rp 150 hingga 180 ribu rupiah Perkilonya.
Sedangkan harga telur ayam yang sebelumnya dijual Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu paca banjir terjadi.
Selain dari itu kenaikan harga barang juga terjadi pada harga jual air isi ulang, sebelumnya air minum ini dijual dengan harga Rp 3 ribu rupiah setiap galonnya, pasca banjir naik menjadi 10 s/d 15 ribu rupiah.
Disisi lain, dari penelusuran dilakukan juga mendapati adanya kelangkaan BBM sehingga memicu terjadinya antrian panjang di sejumlah SPBU.
Terkait hal tersebut dibenarkan oleh sejumlah warga dalam konfirmasinya kepada naganews.co, Senin (01 Desember 2025), “benar sejumlah barang mengalami kenaikan harga pasca banjir di kota Langsa, ujar Nekdin membenarkan.
Lanjut dia lagi, “Adapun kenaikan barang tersebut disebabkan terhambatnya pasokan barang yang mayoritas berasal dari luar kota Langsa. Permintaan barang tinggi oleh konsumen, sementara stok barang tidak tersedia di kota Langsa, imbuhnya. (B.01)






