Data Desil Tak Sesuai Fakta, Warga Langsa Minta Pemerintah Turun Lapangan

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, NagaNews.co, – Permasalahan penggunaan data desil sebagai dasar pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat pendapatan ekonomi di Kota Langsa dan Aceh pada umumnya menjadi perbincangan hangat pascabencana banjir yang terjadi pada November lalu.

Masyarakat menilai pemerintah, melalui dinas dan instansi terkait, tidak teliti dalam menentukan desil. Pasalnya, penetapan desil bagi sejumlah individu atau kelompok dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Masih banyak warga yang hidup rentan miskin dan paling miskin, tetapi justru masuk dalam kelompok desil untuk masyarakat mapan (kaya).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jol Beta, seorang warga Kota Langsa, kepada NagaNews.co beberapa hari lalu mengungkapkan, “Penentuan kelompok berdasarkan taraf ekonomi yang dilakukan pemerintah melalui instansi terkait masih jauh dari data yang benar.”

Ia meminta pihak terkait agar lebih teliti dan turun langsung memantau kondisi masyarakat. “Kami minta petugas agar turun ke lapangan, jangan hanya duduk di balik meja. Jangan tunggu data sampai ke kantor tapi tidak akurat,” tegas Jol Beta.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah kegaduhan di masyarakat akibat kerja instansi yang tidak berdasarkan fakta sebenarnya.

Secara terpisah, warga lainnya, Jamal, yang hidup jauh dari kata sejahtera, menyampaikan hal serupa. “Permasalahan desil perlu dilakukan verifikasi lapangan demi keakuratan data dalam pengelompokan warga.”

“Dengan data yang akurat, kerja pemerintah dalam penyaluran bantuan akan mudah dan tepat sasaran. Bantuan tidak akan diterima oleh masyarakat mapan yang memiliki desil rendah,” ujar Jamal.

Ia juga meminta dinas atau instansi terkait agar melakukan verifikasi ulang pengelompokan berdasarkan desil. “Karena masih ada masyarakat yang masuk kelompok desil tinggi, tetapi kehidupan sehari-harinya morat-marit,” pungkasnya. (B.01)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BPBD Juara Badminton Antarinstansi, Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN Langsa
Camat Buway Bahuga Tanggapi Dugaan Proyek Asal Jadi di Sritunggal, Dana APBN Jadi Sorotan
Sabu Senilai Rp84,5 Miliar Digagalkan Masuk Riau, Dua Kurir Dibekuk
Mahasiswa Unilak dan UIR Geruduk Kantor Gubernur Riau, Desak Penanganan Karhutla hingga Transparansi Beasiswa
Karhutla Seluas 3 Hektare di Bengkalis Padam, TNI dan Tim Gabungan Bergerak Cepat
Polres Kampar Bongkar Peredaran 1,1 Kg Sabu, Kurir Dibayar Rp500 Ribu
PHR Ajak Anak Usia Dini Belajar Beternak dan Bertani, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Sambut Mahasiswa Baru, HIMPALA Langsa Tutup PMB 2026/2027 dengan Tradisi Bakar Batu
Berita ini 123 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:56 WIB

BPBD Juara Badminton Antarinstansi, Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN Langsa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Camat Buway Bahuga Tanggapi Dugaan Proyek Asal Jadi di Sritunggal, Dana APBN Jadi Sorotan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Sabu Senilai Rp84,5 Miliar Digagalkan Masuk Riau, Dua Kurir Dibekuk

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Mahasiswa Unilak dan UIR Geruduk Kantor Gubernur Riau, Desak Penanganan Karhutla hingga Transparansi Beasiswa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Karhutla Seluas 3 Hektare di Bengkalis Padam, TNI dan Tim Gabungan Bergerak Cepat

Berita Terbaru