Beredar Isu, Warga di Lahan PJKA Diminta Kembalikan Uang Rehab Rumah, Ini Penjelasan Pj Geuchik Gampong Jawa

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Karikatur warga di lahan PT KAU, yang menolak pengembalian rumah

Keterangan foto : Karikatur warga di lahan PT KAU, yang menolak pengembalian rumah

Langsa, NagaNews.co, – Para korban banjir yang menempati lahan milik PT KAI dan telah menerima bantuan rehab rumah dikejutkan oleh isu yang menyebutkan bahwa mereka diminta mengembalikan uang bantuan tersebut. Isu ini beredar di tengah masyarakat, Minggu (26 April 2026).

Salah seorang penerima bantuan rehab rumah, Priyatno, mengaku kaget dan merasa dirugikan. “Kalau diminta mengembalikan uang yang sudah disalurkan ke kami, kami tidak bisa karena uang itu sudah terpakai untuk membangun rumah. Seharusnya enumerator yang disalahkan, bukan kami yang jadi sasaran,” ungkapnya.

Priyatno mempertanyakan proses verifikasi data sebelumnya. Menurutnya, jika dirinya masuk kategori penerima, seharusnya tidak ada tuntutan pengembalian. “Kenapa saat verifikasi dulu kami masuk kategori penerima, tapi sekarang kami diminta mengembalikan uang? Enumerator yang harus disalahkan dan bertanggung jawab. Tanpa verifikasi yang mereka lakukan, tidak mungkin kami menerima bantuan rehab rumah korban banjir ini,” imbuhnya sembari beranjak pergi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Pj Geuchik Gampong Jawa, Hatta, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menjelaskan bahwa kewajiban mengembalikan uang bantuan hanya berlaku bagi penerima yang tidak memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) di lahan milik PT KAI.

“Pengembalian uang itu berlaku untuk penerima bantuan yang tinggal di lahan PT KAI tanpa memiliki surat HGB. Jika HGB ada, maka tidak ada masalah dengan bantuan tersebut. Untuk pendataan tahap satu, kami dari pihak gampong tidak ikut terlibat. Kami baru dilibatkan pada tahap dua,” jelas Hatta singkat.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Langsa sebelumnya telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah tahap I bagi 1.326 kepala keluarga korban banjir dengan kategori rusak ringan hingga sedang. Bantuan stimulan ini disalurkan melalui BPBD dan difokuskan pada pemulihan fisik rumah. (B.01)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan
Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Berita ini 231 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB