Jumhur Hidayat Terpukau Green Policing Polda Riau: Kalau Ini Terjadi di Mana-Mana, Kementerian LH Tak Perlu Lagi

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Riau, (foto : ist)

Keterangan foto : Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Riau, (foto : ist)

Pekanbaru, NagaNews.co, – Program Green Policing yang digagas Kapolda Riau, Irjen Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Riau, Senin (4/5/2026).

Jumhur menilai pendekatan yang dipaparkan langsung oleh Kapolda Riau tersebut telah melampaui ekspektasinya.

“Saya mendengarkan seluruh paparan, dan saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya pidatokan di sini. Syarat jadi menteri itu cukup cerdas. Saya merasa apa yang terjadi hari ini akan saya adopsi,” ujar Jumhur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, konsep Green Policing yang dikembangkan Polda Riau merupakan model yang sangat baik dan layak direplikasi secara nasional.

“Ini sangat bagus. Kalau Green Policing ini terjadi di mana-mana, di setiap institusi, saya rasa tidak perlu lagi Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini luar biasa,” tegasnya.

Jumhur juga berkomitmen mendorong implementasi nyata konsep tersebut di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya akan memastikan bersama teman-teman di kementerian, bagaimana apa yang dikerjakan hari ini bisa benar-benar terjadi di seluruh daerah,” ujarnya.

Ia menyebut kehadiran pemerintah pusat melalui kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat Riau sekaligus upaya memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan di daerah.

“Menghadirkan Kapolda dan seluruh jajaran di sini adalah bagian dari penghormatan Republik kepada masyarakat Riau. Kami ingin memastikan ada perbaikan nyata, termasuk dalam indeks-indeks lingkungan,” katanya.

Jumhur juga menyoroti pentingnya membedakan pelaku di lapangan dengan aktor utama dalam rantai ekonomi ilegal.

“Penambang itu belum tentu jahat, karena banyak dari mereka adalah masyarakat lokal. Yang biasanya jahat adalah penampungnya. Karena itu, penting kita dorong izin usaha pertambangan rakyat agar segera keluar, supaya ada kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa isu lingkungan di Riau tidak bisa dipandang secara parsial, melainkan harus dilihat sebagai isu keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial secara bersamaan.

“Program Green Policing ini tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran kolektif melalui perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya organisasi,” papar Herry.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penampilan seni bertema lingkungan, penayangan video pengungkapan kasus, serta paparan teknis terkait implementasi Green Policing dan Waste to Energy. Selain itu, disampaikan juga paparan komprehensif mengenai penegakan hukum lingkungan dan inovasi kelembagaan yang tengah dikembangkan Polda Riau.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peringatan Hari Buruh melalui pemotongan tumpeng bersama perwakilan serikat pekerja.

Turut mendampingi Menteri LHK, Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, serta Founder Tumbuh Institute, Rocky Gerung, yang selama ini aktif mendorong penguatan perspektif etika lingkungan, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis di ruang publik. (MS*)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kota Langsa Terbaik ke-1 dalam Cakupan Layanan CKG/PKG, Bukti Komitmen Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan
Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 08:47 WIB

Kota Langsa Terbaik ke-1 dalam Cakupan Layanan CKG/PKG, Bukti Komitmen Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB