Kepala BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Uncen Hadirkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Majukan Kepulauan Yapen

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, berfoto bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) usai kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Auditorium Uncen Jayapura.

Keterangan Foto: Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, berfoto bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) usai kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Auditorium Uncen Jayapura.

Jayapura, NagaNews.co – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo, mengajak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi berbasis kearifan lokal guna mendorong kemajuan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Menurut Yusharto, potensi lokal yang dimiliki masyarakat akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dikelola melalui pendekatan inovatif yang melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah (Pemda), dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Yusharto dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kepulauan Yapen, yang dirangkaikan dengan pelepasan mahasiswa KKN Uncen secara simbolis di Auditorium Uncen Jayapura, Kamis (16/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, Yusharto menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tengah masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. KKN menjadi kesempatan untuk melahirkan solusi yang inovatif, memperkuat pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai modal pembangunan daerah,” ujar Yusharto.

Yusharto menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Yapen memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru, mulai dari sektor perikanan, pertanian, pariwisata, hingga kekayaan budaya masyarakat adat. Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu dikelola secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dia menilai kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan modal sosial yang mampu menjadi fondasi dalam menciptakan inovasi daerah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa KKN diharapkan mampu menggali potensi tersebut, mengembangkannya menjadi program pemberdayaan, sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kita tidak selalu harus memulai dari sesuatu yang baru. Banyak solusi justru lahir dari kekuatan lokal yang sudah dimiliki masyarakat. Tugas adik-adik sekalian adalah membantu mengembangkan potensi tersebut melalui pendekatan yang lebih inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.

Yusharto juga berharap, selain menghasilkan program kerja selama masa pengabdian, mahasiswa mampu meninggalkan praktik-praktik baik yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat maupun Pemda setelah kegiatan KKN berakhir. Dengan demikian, manfaat pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu menciptakan inovasi sesuai karakteristik wilayahnya. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra Pemda dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui riset, pengabdian, dan inovasi.(MS/Puspen Kemendagri)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan
Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB