Dayun, Siak, NagaNews.co – Polda Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan elemen buruh menggelar aksi penghijauan melalui penanaman pohon di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Zamrud Km 83, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan bertema *“Sinergitas TNI, Polri, Pemprov Riau, Pemkab Siak, dan Buruh melalui Penanaman Sejuta Pohon Menuju Indonesia Asri dalam Rangka HUT ke-81 TNI”* ini mengusung semangat *“TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”*

Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F. SPTI) dari sejumlah kabupaten di Riau turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka hadir di bawah kepemimpinan Saut Sihaloho, SH, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penghijauan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hadir dalam kegiatan penanaman pohon ini sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap alam. Kami berharap lingkungan semakin hijau, asri, dan sejuk,” ujar Rianto.
Sementara itu, penanggung jawab dari Pimpinan Cabang (PC) F. SPTI Kabupaten Kampar, Manaor Sinaga, mengatakan pihaknya mengerahkan puluhan anggota untuk mendukung kegiatan penghijauan tersebut.
Menurut Manaor, partisipasi anggota F. SPTI Kabupaten Kampar tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian alam, tetapi juga komitmen organisasi dalam mendukung program pemerintah dan menaati ketentuan hukum.

Ia menambahkan, F. SPTI dibangun berdasarkan aspirasi anggota dari bawah atau *bottom-up*, bukan semata-mata mengandalkan pola komando dari atas atau *top-down*.
“Kami membawa puluhan anggota untuk berpartisipasi dalam penanaman pohon sesuai arahan Polda Riau sebagai penanggung jawab kegiatan penghijauan ini. Bagi kami, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Perwakilan Pimpinan Unit Kerja (PUK) F. SPTI Siak Hulu, Eduard Situmorang, menegaskan bahwa organisasi buruh tidak hanya berperan dalam membangun kemitraan dengan pengusaha dan pemerintah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Eduard, keterlibatan buruh dalam kegiatan penghijauan merupakan bentuk kepedulian terhadap alam sekaligus dukungan untuk menciptakan lingkungan yang tertib, harmonis, dan berkelanjutan.
“Sebagai organisasi yang bermitra dengan pengusaha dan pemerintah, kami harus ikut menciptakan suasana yang tertib dan bersahabat dengan lingkungan. Karena itu, kami turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan penanaman sejuta pohon ini, para peserta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam semakin meningkat. Upaya penghijauan juga diharapkan dapat membantu memulihkan lahan bekas karhutla serta mencegah kerusakan lingkungan pada masa mendatang.
Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan elemen buruh diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan lestari.(MS)






