Jelang Mubes PPTSB ke-XVI: Saatnya Kedepankan Pengabdian, Jaga Persaudaraan, dan Pilih Pemimpin Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ilustrasi Rumah Bolon (dok.ist)

Keterangan foto : Ilustrasi Rumah Bolon (dok.ist)

Opini oleh : Manaor Sinaga

Mubes PPTSB ke-XVI menjadi momentum penting bagi pomparan Toga Sinaga untuk menentukan arah masa depan organisasi. Dinamika pencalonan hendaknya menjadi ruang demokrasi yang sehat, bukan pemicu perpecahan persaudaraan.

Puji Tuhan, kepedulian putra-putra Sinaga dari berbagai wilayah dan provinsi di Indonesia terhadap Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) terus terlihat. Hal ini ditandai dengan munculnya sejumlah sosok yang menyatakan niat dan kesediaannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PPTSB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan kesiapan tersebut disampaikan melalui berbagai cara. Ada yang secara langsung menyatakan keinginannya untuk memimpin organisasi, sementara ada pula yang menyampaikan niatnya melalui pihak lain yang dipercaya sebagai tim atau perwakilan.

Munculnya sejumlah kandidat merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi warga PPTSB dalam menentukan arah serta masa depan organisasi. Semakin banyak kandidat yang bersedia mengabdi, semakin terbuka pula kesempatan bagi warga untuk mempertimbangkan dan memilih sosok terbaik demi kemajuan punguan.

Deklarasi dan Dinamika Pencalonan

Setelah tahapan pelaksanaan Mubes dimulai, salah satu sosok yang menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum PPTSB mendapat sambutan positif dari sejumlah pengurus Wilayah dan Cabang.

Atas dorongan beberapa Penatua serta pengurus Wilayah dan Cabang, kemudian muncul usulan agar dilaksanakan deklarasi untuk memperkenalkan calon tersebut kepada seluruh warga PPTSB.

Menindaklanjuti aspirasi itu, digelar konsolidasi yang diikuti pengurus Wilayah dan Cabang di Medan. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan tangiang borhat-borhat, sebagai bentuk doa dan pengharapan agar calon yang akan memimpin PPTSB senantiasa mendapat berkat dan tuntunan Tuhan.

Sosok yang dimaksud adalah Sairon Sinaga, yang lebih dikenal dengan sebutan Ketua Besar. Sebelum deklarasi dan tangiang borhat-borhat dilaksanakan, Sairon disebut telah lebih dahulu menyampaikan niatnya kepada Ketua Umum petahana untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PPTSB.

Di sisi lain, keinginan untuk memimpin PPTSB juga disebut masih terbuka bagi sejumlah tokoh Sinaga, termasuk Ketua Umum petahana (incumbent). Dinamika ini merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi. Setiap tokoh yang memenuhi ketentuan tentu memiliki hak untuk mempertimbangkan pencalonan sesuai mekanisme yang berlaku.

Yang terpenting, seluruh pihak perlu menjunjung tinggi etika, menghormati proses, dan menjaga agar persaingan tidak mengorbankan persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan PPTSB.

Wacana Peniadaan Dewan Pembina Perlu Dikaji Objektif

Belakangan ini, berbagai masukan disampaikan kepada panitia maupun para calon Ketua Umum melalui sejumlah grup WhatsApp. Keberagaman pandangan tersebut merupakan hal yang wajar dalam organisasi modern, sepanjang bertujuan memperbaiki tata kelola dan memperkuat persatuan.

Namun, sebagian masukan turut menyoroti keberadaan Dewan Pembina, bahkan muncul pandangan agar struktur tersebut ditiadakan. Gagasan ini patut dibahas secara terbuka, objektif, dan proporsional.

Pertanyaan mendasarnya, apakah yang dipersoalkan adalah keberadaan struktur Dewan Pembina itu sendiri atau justru sosok-sosok tertentu yang saat ini mendudukinya?

Jika persoalannya terletak pada individu, apakah menghapus sebagian struktur kelembagaan merupakan solusi yang tepat? Sebaliknya, jika memang terdapat alasan mendasar untuk mengubah struktur organisasi, apa dasar pemikiran dan manfaat yang ingin dicapai?

Dewan Pembina atau lembaga sejenis dalam berbagai organisasi dapat memiliki peran penting dalam memberikan nasihat, pertimbangan, serta masukan strategis. Keanggotaannya dapat melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman, kapasitas, keteladanan, dan kepedulian terhadap kemajuan organisasi.

Karena itu, keberadaan Dewan Pembina di PPTSB sepatutnya dinilai berdasarkan fungsi, kewenangan, dan kontribusinya terhadap organisasi, bukan semata-mata karena dinamika pencalonan atau perbedaan pandangan terhadap individu tertentu.

Perubahan organisasi tentu dimungkinkan. Namun, perubahan harus didasarkan pada kebutuhan yang jelas, dikaji secara matang, dan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku. Jangan sampai kepentingan sesaat justru mengesampingkan kepentingan jangka panjang PPTSB.

CV dan Portofolio Penting, tetapi Pengabdian Lebih Utama

Sebagai organisasi modern, PPTSB tentu perlu memberikan ruang bagi setiap calon untuk memperkenalkan rekam jejak, pengalaman, dan kapasitasnya. Karena itu, usulan agar setiap calon Ketua Umum menyampaikan CV dan portofolio merupakan masukan yang patut dipertimbangkan.

Dokumen tersebut dapat membantu warga mengenal kandidat secara lebih objektif. Namun, CV dan portofolio bukanlah satu-satunya ukuran untuk menentukan kualitas seorang pemimpin.

Dokumen dan daftar pencapaian dapat disusun dengan baik, tetapi belum tentu seluruh pengalaman dan prestasi yang tercantum dapat diterapkan secara nyata di tengah punguan. Kepemimpinan tidak cukup dinilai dari apa yang pernah dicapai, tetapi juga dari kesediaan untuk bekerja, melayani, dan mengabdikan diri bagi organisasi.

PPTSB membutuhkan pemimpin yang mau menyediakan waktu, tenaga, pikiran, dan hati untuk membesarkan punguan. Pemimpin yang tidak hanya hadir ketika membutuhkan dukungan, tetapi juga bersedia hadir ketika organisasi membutuhkan keterlibatan dan pengabdiannya.

Komitmen tersebut, menurut pandangan pendukungnya, terlihat pada sosok Sairon Sinaga yang bersedia menghadiri berbagai pelantikan pengurus Wilayah dan Cabang, baik pada masa kepemimpinan Mangihut Sinaga maupun pada periode kepemimpinan Edison Sinaga saat ini.

Kehadiran itu menjadi salah satu gambaran keterlibatannya dalam perjalanan organisasi. Tentu, penilaian terhadap seorang calon tetap perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan integritas, kapasitas, visi, serta komitmen pengabdiannya.

Sukseskan Mubes, Jaga Marwah PPTSB

Mengingat semakin dekatnya pelaksanaan Mubes PPTSB ke-XVI, sudah saatnya seluruh warga memberikan dukungan agar agenda penting ini berlangsung sukses, tertib, demokratis, dan penuh kekeluargaan.

Perbedaan pendapat, kritik, dan usulan perubahan hendaknya ditempatkan sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Jangan sampai perdebatan di berbagai grup WhatsApp berkembang menjadi perselisihan yang merusak hubungan persaudaraan antarpomparan Toga Sinaga.

Mubes bukan sekadar forum memilih Ketua Umum. Lebih dari itu, Mubes merupakan momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi perjalanan organisasi, dan merumuskan langkah terbaik bagi masa depan PPTSB.

Karena itu, mari kita kedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi, menghormati perbedaan pilihan, serta memberikan kesempatan kepada setiap calon untuk menyampaikan gagasan dan komitmennya sesuai aturan yang berlaku.

Dengan tetap mengutamakan persaudaraan dan kemajuan punguan, mari kita sukseskan Mubes PPTSB ke-XVI dan memberikan dukungan kepada Sairon Sinaga sebagai calon Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030.

Semoga Mubes ini melahirkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh warga, menjaga kehormatan organisasi, dan membawa PPTSB semakin maju.

Horas PPTSB!
Horas Pomparan Toga Sinaga!

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PHR Perkuat Kompetensi Generasi Muda Riau, Siapkan Talenta Siap Kerja
Edison Manik Pimpin Kanwil Kemenkum Riau, Gantikan Rudy Hendra Pakpahan
Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Latihan Penanganan Pesawat Asing Usai Force Down
BPBD Juara Badminton Antarinstansi, Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN Langsa
Camat Buway Bahuga Tanggapi Dugaan Proyek Asal Jadi di Sritunggal, Dana APBN Jadi Sorotan
Mahasiswa Unilak dan UIR Geruduk Kantor Gubernur Riau, Desak Penanganan Karhutla hingga Transparansi Beasiswa
PHR Ajak Anak Usia Dini Belajar Beternak dan Bertani, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Sambut Mahasiswa Baru, HIMPALA Langsa Tutup PMB 2026/2027 dengan Tradisi Bakar Batu
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Jelang Mubes PPTSB ke-XVI: Saatnya Kedepankan Pengabdian, Jaga Persaudaraan, dan Pilih Pemimpin Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:00 WIB

PHR Perkuat Kompetensi Generasi Muda Riau, Siapkan Talenta Siap Kerja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Edison Manik Pimpin Kanwil Kemenkum Riau, Gantikan Rudy Hendra Pakpahan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Latihan Penanganan Pesawat Asing Usai Force Down

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:56 WIB

BPBD Juara Badminton Antarinstansi, Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN Langsa

Berita Terbaru