Dugaan Terjadi Korupsi Berjamaah Pada Pengadaan Sapi Meugang di Kota Langsa

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, NagaNews. Co, – Pengadaan sapi Meugang bantuan pemerintah pusat dalam rangka datangnya bulan suci ramadhan 1447 H/2026 yang diserahkan melalui propinsi Aceh ke kota Langsa, dan selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana diduga sarat penyimpangan serta adanya indikasi korupsi berjamaah pada pengadaan sapi – sapi tersebut.

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) yang dilakukan NagaNews.co dalam beberapa hari belakangan ini mendapati adanya kejanggalan pada realisasi sejumlah sapi meugang dimana besaran sapi dengan besaran harga beli diduga tidak sesuai.

Sejumlah sumber, Sabtu (7 Maret 2026) menyebut bahwa sapi meugang yang diterima setelah disembelih diperoleh dagingnya berkisar antara 50 kg s/d 55 kg, jumlah ini jika dihargai dalam satu ekor sapi diduga hanya memerlukan uang sebesar 8 juta saja per ekornya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu sumber lain menyebut, untuk pengadaan sebanyak 71 ekor sapi di Pemko Langsa menghabiskan anggaran bantuan Pusat sebesar Rp 1.029.500.000,dengan rincian harga pe rekornya sebesar Rp 14.500.000,-

*Dugaan korupsi berjamaah*

Indikasi dugaan terjadinya korupsi berjamaah pada pengadaan sapi meugang jelang ramadhan lalu, hal itu dapat dilihat dari tertutupnya infomasi pada pengadaan sapi meugang yang dilakukan Pemko Langsa yang belakangan beredar informasi dikelola oleh dinas Pertanian Peternakan Kota Langsa.

Dalam pada itu, Kepala Dinas Pertanian kota Langsa Ernie Yanti yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu menanyakan terkait pengadaan sapi meugang bagi masyarakat terdampak bencana di kota Langsa, yang bersangkutan memilih diam tidak membalas pesan WhatsApp yang di kirim wartawan.

Disisi lain, saat dikonfirmasi kepada Camat, mereka juga mengaku tidak mengetahui terkait besaran anggaran untuk membeli sapi – sapi meugang tersebut, pihaknya hanya sebagai penyambung tangan menindaklanjuti penyerahan sapi megang itu ke Gampong-gampong yang ada di wilayahnya.

Atas hal tersebut di atas, diamnya Pihak Dinas terkait dan pihak Kecamatan selaku pengadaan dan pendistribusian sapi meugang, layak diduga ada yang disembunyikan, ada dugaan penyimpangan dan indikasi terjadinya korupsi berjamaah pada pengadaan sapi meugang di kota Langsa. (B.01)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Patroli KRYD Polsek Medan Labuhan Digelar, Antisipasi Kejahatan di Titik Rawan
Kapolda Riau Pimpin Sertijab, Rotasi Besar di Tubuh PJU dan Kapolres
Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolsek Siak Hulu Turun ke Lahan Dampingi Petani Jagung
Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan
Kodam XIX/Tuambusai Gelar Ramp Check Satgasyon 132/Bima Sakti, Pastikan Kesiapan Personel dan Alutsista
HMI Cabang Langsa Sampaikan Pokok Pikiran untuk Selamatkan Integritas TNI
Peringati HUT ke-79, Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Karya Bakti di Masjid Raya Pekanbaru
Wujudkan Swasembada Pangan, Sekjen Kemendagri: Rangkul Penyuluh Pertanian
Berita ini 314 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 22:05 WIB

Patroli KRYD Polsek Medan Labuhan Digelar, Antisipasi Kejahatan di Titik Rawan

Senin, 13 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kapolda Riau Pimpin Sertijab, Rotasi Besar di Tubuh PJU dan Kapolres

Senin, 13 Juli 2026 - 12:52 WIB

Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolsek Siak Hulu Turun ke Lahan Dampingi Petani Jagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:59 WIB

Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:14 WIB

Kodam XIX/Tuambusai Gelar Ramp Check Satgasyon 132/Bima Sakti, Pastikan Kesiapan Personel dan Alutsista

Berita Terbaru