IPAL Sejumlah Dapur SPPG di Kota Langsa Belum Memenuhi Standar

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, NagaNews. Co, – Keberadaan dapur SPPG di lima kecamatan dalam wilayah Pemko Langsa diduga fungsi IPAL yang digunakan belum memenuhi standart kelayakan sehingga berpotensi kepada terjadinya pencemaran dan rusaknya lingkungan.

IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) adalah sistem pengolahan limbah cair wajib untuk menyaring sisa makanan, lemak, dan deterjen dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibuang, guna mencegah pencemaran lingkungan dan memenuhi standar sanitasi Badan Gizi Nasional. Komponennya meliputi grease trap (pemisah lemak), bak aktualisasi, dan biofilter untuk menghasilkan air bersih dan tidak berbau.

Dari penelusuran dilakukan media ini, Sabtu (28 Maret 2026), mendapati fungsi IPAL pada sejumlah dapur SPPG di kota Langsa diduga tidak menjadi hal penting bagi pelaku usaha MBG, pasalnya dapur SPPG di kota Langsa berada dan mengunakan Ruko (rumah toko) atau rumah yang disulap menjadi dapur MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi salah satu Dapur SPPG yang tanpa menyebutkan indentitas namanya kepada naganews.co mengatakan, “terkait IPAL pada dapur MBG di lokasi ini kata dia.

“Untuk hal tersebut, kami warga tidak tahu ada atau tidak IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang digunakan pada dapur SPPG, karena tidak terlihat adanya instalasi atau pipa khusus pembuangan air limbah, sebut warga tersebut seraya beranjak pergi.

Sementara itu, adapun limbah yang terdiri dari limbah plastik, untuk pembuangannya menurut sumber lain kepada naganews.co menjelaskan bahwa limbah -limbah tersebut terlebih dulu dikumpulkan dan selanjutnya diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) di desa Pondok Kemuning.

Lebih lanjut sumber itu menambahkan, “sedangkan limbah cair yang dihasilkan dari pencucian bahan masakan MBG, limbah tersebut di aliri ke alur irigasi, meski deniiian sejauh ini belum ada pengaruh terhadap pencemaran dan dampak kerusakan terhadap lingkungan disebabkan limbah cair dari dapur MBG tersebut.

*Keterangan Kadis DLH Terkait IPAL Dapur MBG*

Sementara itu Kadis DLH Kota Langsa Aulia Syahputra yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu terkait keberadaan IPAL pada dapur MBG dirinya mengatakan, “masalah IPAL pada sejumlah dapur MBG, itu harus disediakan oleh pihak ketiga pengusaha MBG, untuk hal tersebut belum sempat kami pantau langsung kelapangan di masing-masing tempat dapur MBG yang ada.

Namun begitu sambung Aulia lagi, kami pastikan IPAL yang ada pada dapur MBG di kota Langsa tidak bermasalah, harapan kami dari DLH, program MBG ini bisa berlanjut secara berkesinambungan. Disisi lain lingkungan juga bisa terjaga agar tidak tercemar oleh limbah hasil olahan MBG, tandas Aulia.

*Tanggapan Aktivis Peherhati Lingkungan*

Sekretaris DPD IWO-I kota Langsa.Mustafa yang juga Aktivis pemerhati lingkungan dan Pemerintahan saat dimintai tanggapannya oleh naganews co terkait keberadaan dan fungsi IPAL yang ada disejumlah dapur SPPG dalam wilayah kota Langsa dirinya menerangkan, “Dapur SPPG khususnya yang ada di wilayah perkotaan, untuk Dapur SPPG ini perlu sarana IPAL yang baik dan memadai.

“Terkait hal tersebut, dari pengamatan pihak kami sebagai Pemerhati lingkungan dan pemerintahan, untuk IPAL dapur SPPG yang beroperasi pada rumah toko, IPAL itu perlu penataan yang lebih khusus guna menghindari terjadinya pencemaran lingkungan.

Lebih lanjut sosok yang kritist itu menambahkan, “adapun untuk mengetahui sejauh mana dampak terhadap potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan, untuk hal tersebut perlu adanya kajian sistematis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan oleh pihak terkait di daerah.

Dia juga mengakui, bahwa hingga saat ini memang belum ada keluhan dari masyarakat terkait IPAL SPPG di kota Langsa, namun langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi terhadap dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan, hal tersebut perlu di perhatikan, terangnya.

Dalam pada itu langkah antisipasi potensi dampak terhadap kerusakan lingkungan disebabkan limbah yang berasal dari hasil olahan bahan makanan dapur MBG, hal tersebut perlu adanya pengawasan secara berkala yang dilakukan oleh pihak terkait Pemko Langsa dan juga kepala BGN kota Langsa.

Langkah ini perlu dilakukan guna menjaga dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar yang berdomisili disekitar dapur MBG. Selain dari itu, hal tersebut juga sesuai yang tertuang dalam peraturan BGN nomor 1 tahun 2026, demikian naganews.co. (B.01)

Lihat semua berita di Indeks

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan
Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI
Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa
For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha
Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga
BENTARA NJ Kota Langsa Mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi
Ketua BENTARA NJ Kota Langsa Apresiasi Kinerja Polri, Dukung Polres Langsa dalam Pemberantasan Narkoba
Wali Kota Langsa Hadiri Maulid di Empat Gampong, Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Berita ini 67 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

Tak Lagi Tadah Hujan, Warga Desa Pinggir Rasakan Manfaat Air Bersih untuk Kehidupan dari Pertamina Hulu Rokan

Rabu, 4 November 2026 - 20:57 WIB

Ketua Umum FORSAL M. Yani Mengecam Keras Penyadapan yang Dilakukan oleh Mantan Kapolri Jenderal Pol. LSP terhadap Presiden RI

Selasa, 3 November 2026 - 19:05 WIB

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Minggu, 1 November 2026 - 07:19 WIB

For-WIN & FORSAL Berharap Kasus PT PSMI Dapat Diselesaikan dengan Baik demi Kelangsungan Usaha Petani, Karyawan, dan Penggiat Usaha

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Warga Dusun VII Manunggal Gelar Makan Bersama di Lorong Gang, Pererat Silaturahmi Antar Tetangga

Berita Terbaru

Oleh: Muhammad Taufik Hidayat, CPM
Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah IAIN Langsa

Berita

Opini :Ketika Aspirasi Politik Masuk Ruang Beasiswa

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:05 WIB