Pernyataan Gubernur Lampung soal MBG Tuai Komentar Sinis Warganet

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Tangkapan layar unggahan kritik warganet terhadap pernyataan Gubernur Lampung terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keterangan Foto: Tangkapan layar unggahan kritik warganet terhadap pernyataan Gubernur Lampung terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lampung, NagaNews.co – Dukungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbalik menjadi sorotan publik. Alih-alih mendapat apresiasi, pernyataannya justru memicu gelombang komentar sinis dari warganet di berbagai platform media sosial.

Mirza menyatakan bahwa MBG sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas SDM Lampung sekaligus membuka pasar bagi hasil pertanian dan komoditas pangan lokal. Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri pengukuhan APPDMBGI DPD Provinsi Lampung di Balai Keratun, Senin (22/6/2026).

Namun, narasi di media sosial bergerak ke arah berbeda. Warganet justru membanjiri kolom komentar dengan pertanyaan-pertanyaan tajam yang mengaitkan pernyataan gubernur dengan isu kepemilikan dapur SPPG. Sejumlah komentar dengan respons terbanyak antara lain:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

· “Punya dapur berapa?”
· “Pak gubernur yang butuh MBG, punya dapur berapa pak?”
· “Hasil kinerja Gubernur Lampung apa?”
· “Sudah mensejahterakan keluarga dan orang-orang terdekatnya.”

Tak sedikit pula komentar bernada satire yang mempertanyakan konsistensi pernyataan gubernur di tengah isu bisnis dapur SPPG.

Meski komentar tersebut bersifat personal dan tidak merepresentasikan opini publik secara utuh, derasnya kritik mengindikasikan adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah. Isu kepemilikan dapur SPPG yang sempat mengemuka sebelumnya kembali menjadi perbincangan hangat.

Hingga berita ini diterbitkan, Gubernur Lampung dan Pemprov Lampung belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang beredar.

Pengamat menilai transparansi menjadi hal krusial untuk menjawab spekulasi publik. Jika tidak ada konflik kepentingan, pemerintah diharapkan membuka data secara terbuka, mulai dari mekanisme pengelolaan, kepemilikan, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam operasional dapur SPPG. Tanpa kejelasan, ruang spekulasi di medsos dikhawatirkan semakin meluas dan merusak kepercayaan publik terhadap program yang ditujukan untuk peningkatan gizi anak bangsa. (Budi/Rills)

Penulis : Budi/Rilis

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polsek Baradatu Pasang Banner Imbauan Cegah Karhutla di Sejumlah Kampung
Wali Kota Langsa di Maulid Akbar: Jadikan Keteladanan Rasul Pondasi Pembangunan Kota
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Way Kanan Padamkan Titik Api di Tanjung Sari
Hari Ke-11 Karhutla, Kapolres Kampar Turun Langsung Padamkan Api di Lahan Gambut
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Toro Jaya
BENTARA NJ Kota Langsa Kembali Gelar Turnamen Mini Soccer, 32 Tim Bertanding
Sinergi Jaga Kamtibmas, Warga Karta Jaya Serahkan Senpi Rakitan ke Polsek Negara Batin
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Peran Aktif Pemda hingga Tingkat Desa
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Polsek Baradatu Pasang Banner Imbauan Cegah Karhutla di Sejumlah Kampung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Wali Kota Langsa di Maulid Akbar: Jadikan Keteladanan Rasul Pondasi Pembangunan Kota

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Way Kanan Padamkan Titik Api di Tanjung Sari

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Hari Ke-11 Karhutla, Kapolres Kampar Turun Langsung Padamkan Api di Lahan Gambut

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Toro Jaya

Berita Terbaru