Bayi Gajah Sumatera di Tesso Nilo Diberi Nama Ganesha, Simbol Harapan Konservasi

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Gajah Lisa bersama anaknya, Ganesha, di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. (dok.Ist)

Keterangan foto: Gajah Lisa bersama anaknya, Ganesha, di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. (dok.Ist)

Pekanbaru, NagaNews.co — Kabar menggembirakan datang dari kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) jantan yang lahir dari induknya, Lisa, kini resmi diberi nama Ganesha.

Nama tersebut diberikan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Penamaan bayi gajah itu diumumkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat berada di Riau dalam rangkaian agenda kementerian, Rabu (30/9/2026).

Raja Juli menyampaikan rasa syukur atas kelahiran Ganesha yang merupakan anak keenam dari Lisa. Menurutnya, kelahiran tersebut menjadi kabar baik sekaligus menambah harapan bagi upaya pelestarian populasi gajah sumatera di kawasan Tesso Nilo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah dapat nama untuk bayinya, baby boy. Nama diberi oleh Ibu Titiek, Ibu Ketua Komisi IV DPR RI, dan namanya adalah Ganesha,” kata Raja Juli Antoni.

Dalam tradisi Hindu, Ganesha dikenal sebagai figur berkepala gajah yang dikaitkan dengan kebijaksanaan, awal yang baik, serta kemampuan mengatasi berbagai rintangan.

Raja Juli mengatakan, nama tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi identitas bagi bayi gajah yang baru lahir, tetapi juga menjadi simbol kehidupan baru dan harapan bagi keberlangsungan populasi gajah sumatera beserta habitatnya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengungkapkan bahwa dirinya semula mendapat kesempatan untuk memberikan nama kepada bayi gajah tersebut. Namun, kesempatan itu kemudian diberikan kepada Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Menurut Herry, pemberian nama Ganesha memiliki makna penting bagi upaya bersama dalam menjaga keberadaan gajah sumatera dan habitatnya.

“Bagi kami, ini bukan hanya tentang sebuah nama, tetapi juga tentang harapan agar kelahiran ini semakin menguatkan kepedulian kita bersama terhadap masa depan gajah sumatera dan habitatnya,” kata Herry.

Ia menegaskan, kelahiran Ganesha menjadi pengingat bahwa pelestarian gajah tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga hutan sebagai ruang hidupnya.

“Ganesha membawa pesan tentang kehidupan baru dan harapan. Kita ingin dia tumbuh kuat dan aman di tanah Riau. Tetapi tanggung jawab kita jauh lebih besar, yakni memastikan hutan dan ruang hidupnya tetap ada,” ujarnya.

Sebelum melahirkan, Lisa telah mendapat pemantauan intensif sejak sehari sebelumnya. Setelah lahir, bayi gajah jantan tersebut dilaporkan mampu berdiri sekitar 20 menit kemudian dan menunjukkan respons yang baik.

Ganesha lahir dengan selamat pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Elephant Flying Squad (EFS) Taman Nasional Tesso Nilo.

Kelahiran Ganesha menambah catatan positif dalam upaya konservasi gajah sumatera di Tesso Nilo. Kehadirannya sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya ditandai dengan bertambahnya populasi, tetapi juga dengan terjaganya habitat sebagai ruang hidup satwa liar tersebut.(Dir/red)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Edison Manik Pimpin Kanwil Kemenkum Riau, Gantikan Rudy Hendra Pakpahan
Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Latihan Penanganan Pesawat Asing Usai Force Down
BPBD Juara Badminton Antarinstansi, Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN Langsa
Camat Buway Bahuga Tanggapi Dugaan Proyek Asal Jadi di Sritunggal, Dana APBN Jadi Sorotan
Mahasiswa Unilak dan UIR Geruduk Kantor Gubernur Riau, Desak Penanganan Karhutla hingga Transparansi Beasiswa
PHR Ajak Anak Usia Dini Belajar Beternak dan Bertani, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Sambut Mahasiswa Baru, HIMPALA Langsa Tutup PMB 2026/2027 dengan Tradisi Bakar Batu
Ketika Sunyi Tak Membungkam Mimpi: Perjuangan Yulia Menjadi Barista dan Meraih Kemandirian
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Edison Manik Pimpin Kanwil Kemenkum Riau, Gantikan Rudy Hendra Pakpahan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Latihan Penanganan Pesawat Asing Usai Force Down

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:56 WIB

BPBD Juara Badminton Antarinstansi, Suhartini Apresiasi Sportivitas ASN Langsa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Camat Buway Bahuga Tanggapi Dugaan Proyek Asal Jadi di Sritunggal, Dana APBN Jadi Sorotan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:57 WIB

PHR Ajak Anak Usia Dini Belajar Beternak dan Bertani, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Berita Terbaru

Keterangan Foto: Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan sabu seberat 46,9 kilogram di Mapolda Riau, Selasa (20/10/2026).

Berita Pilihan

Sabu Senilai Rp84,5 Miliar Digagalkan Masuk Riau, Dua Kurir Dibekuk

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:37 WIB