Indragiri Hulu, NagaNews.co — Sebuah lembaran emas baru terukir dalam sejarah kepolisian Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Nama IPTU Rifles Bagariang, S.H., M.H., resmi mencatatkan diri sebagai pemimpin di balik pengungkapan kasus peredaran narkotika terbesar sepanjang berdirinya Polres Inhu.
Tak hanya berhasil mengamankan barang bukti bernilai miliaran rupiah, di balik torehan prestasi itu tersimpan sosok pemimpin dengan karakter khas: tegas, disiplin, dan memegang teguh prinsip hidup warisan leluhur sebagai putra Batak. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kekuatannya juga bersumber dari keluarga harmonis yang selalu mendukung penuh setiap langkah tugasnya.
Keluarga Kuat, Tugas Berat Terjalani
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di usianya yang ke-42 tahun, Rifles dikaruniai tiga orang anak dari pernikahannya dengan Mikha Sihotang, seorang Polwan di lingkungan Polda Riau. Profesi yang sejalan membuat sang istri memahami sepenuhnya dinamika tugas kepolisian. Baginya, dukungan penuh dari keluarga adalah “bahan bakar” utama saat melangkah ke medan penuh risiko.

Malam Penggerebekan Bersejarah
Keberhasilan gemilang itu terjadi pada 26–27 Mei 2026. Berawal dari laporan masyarakat, Rifles langsung turun ke lapangan dan memimpin penggerebekan di Hotel MM, Pangkalan Kasai, yang kemudian dilanjutkan dengan penangkapan dua rekannya di lokasi terpisah.
Hasilnya mencengangkan:
· 8.527,92 gram sabu-sabu
· 19.410 butir pil ekstasi
Ketiga tersangka berhasil diamankan. Pengungkapan ini langsung tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah Polres Inhu—baik dari segi berat maupun jenis barang bukti yang disita.
Lalu, seberapa besar dampaknya jika barang haram ini lolos ke masyarakat? Polisi memperkirakan:
· Sabu seberat 8,5 kg cukup untuk 17.000 kali pemakaian.
· Ekstasi 19.410 butir berpotensi menyebar ke lebih dari 19.000 orang.
· Total keselamatan dari gagalnya peredaran ini: lebih dari 24.600 jiwa terselamatkan dari jerat ketergantungan, kerusakan fisik, dan mental akibat narkoba.
“Saya Hanyalah Pelaksana”
Di tengah euforia keberhasilan, Rifles tetap rendah hati. Ia mengakui semua pencapaian tidak lepas dari bimbingan langsung Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Eka Ariandy Putra, S.I.K., M.Si.
“Saya hanyalah pelaksana. Keberhasilan ini tidak akan tercapai tanpa kepercayaan, arahan strategis, dan pengawasan dari Bapak Kapolres. Beliau selalu mengingatkan agar bekerja sesuai hukum dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Rifles kepada media, Selasa (9/6/2026).
Sebagai putra Batak, ia menegaskan bahwa nilai luhur yang diwariskan leluhur, ditambah dukungan penuh keluarga, menjadi kekuatan utama sebagai abdi negara.
“Saya diajarkan memegang amanah dan tidak takut tantangan. Dukungan istri yang juga mengerti tugas kepolisian, serta kebahagiaan bersama anak-anak, menjadi kekuatan tambahan. Semua itu saya gabungkan dengan ilmu hukum dan bimbingan pimpinan,” tambahnya.
Apresiasi Setinggi Tingginya
Kapolres AKBP Eka Ariandy Putra memberikan apresiasi luar biasa.
“Ini pencapaian yang membanggakan. IPTU Rifles dan timnya membuktikan dedikasi tinggi. Kasus ini menjadi bukti komitmen kami menjaga Inhu bebas dari narkoba dan menyelamatkan sebanyak mungkin warga.”
Sementara itu, Ketua DPRD Inhu, Sabtu Pradansyah Sinurat, juga turut mengapresiasi.
“Sudah sepantasnya kita memberikan hormat dan apresiasi setinggi-tingginya. Ini bukti nyata polisi, khususnya di Inhu, telah menyelamatkan negara dari peredaran barang haram,” ujarnya.
Ancaman Mati dan Harapan untuk Masyarakat
Saat ini, seluruh barang bukti diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Ketiga tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Di akhir perbincangan, KBO Satresnarkoba Inhu, Ipda Roni, menyampaikan pesan penting:
“Keberhasilan pemberantasan narkoba tidak lepas dari dukungan masyarakat. Jika kita sepakat dan terus berkomitmen, kita sangat membutuhkan peran aktif seluruh elemen. Ini bukan lagi tanggung jawab satu atau dua instansi, melainkan tanggung jawab kita bersama.” (MS)*
Penulis : MS
Editor : Redaksi






