Setelah Temuan Buah Busuk, Camat dan Tim Kesehatan Turun Awasi SPPG Merbau Mataram

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Terindikasi buah busuk yang di salurkan ke dapur SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya.

Keterangan foto : Terindikasi buah busuk yang di salurkan ke dapur SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya.

Lampung Selatan, NagaNews.co, – Setelah terjadi kelalaian SPPG Merbau Mataram, Desa Mekar Jaya, yang memberikan buah busuk kepada KPM B3 pada Senin, 20 April 2026, akhirnya mendapat respons cepat dari Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Balpama, S.I.Kom.

Selasa, 21 April 2026, Camat Merbau Mataram didampingi tim pengawas kesehatan UPT Puskesmas Merbau Mataram, Drg. Ayu Jember Sari, Babinsa Mekar Jaya Novi, serta Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Merbau Mataram, Arif Munandar, meninjau langsung dapur SPPG Merbau Mataram di Desa Mekar Jaya.

Langkah ini diambil guna memastikan standar keamanan pangan dan kualitas gizi tetap terjaga bagi ribuan KPM penerima MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya memahami kekhawatiran dan kritik yang beredar terkait temuan buah busuk yang tidak layak konsumsi. Oleh sebab itu, kami turun. Kami berharap hal serupa tidak terjadi lagi,” jelas Ricky kepada media ini, Rabu (22-04-2026).

Sementara itu, Devin Febrian selaku kepala SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Kami menyadari bahwa kualitas dan keamanan pangan adalah tanggung jawab kami. Dalam operasional sehari-hari, kami menangani ribuan porsi makanan. Mengelola logistik secara masif tentu memiliki tantangan yang sangat besar, dan risiko human error atau kesalahan teknis di lapangan bisa saja terjadi,” jelas Devin.

“Kami akan mengevaluasi dan akan memperketat pengawasan agar setiap bahan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Aminudin selaku Ketua Umum LSM Pembinaan Rakyat Lampung (LSM PRL) mengatakan bahwa pihak pengawas, dalam hal ini pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta Satgas BGN, dapat lebih tegas lagi dalam memberikan teguran.

“Kalau memang dapur SPPG tidak memperhatikan keselamatan KPM, jangan segan-segan menutup dapur SPPG yang bermasalah. Nyawa dan keselamatan KPM tidak boleh dijadikan kelinci percobaan. Kepala dapur SPPG, ahli gizi, kepala yayasan, dan pemilik dapur bertanggung jawab atas kelalaian yang mereka lakukan,” tegas Aminudin.

Menurut informasi yang disampaikan pihak beberapa sekolah, sebelumnya dapur SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya pernah menyalurkan roti berjamur dan buah salak busuk. Artinya, kelalaian ini bukan terjadi satu atau dua kali, tetapi sudah berulang kali.

Selain menyalurkan buah yang busuk dan tidak layak konsumsi, dapur SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya juga tidak mencantumkan harga dari setiap item jenis makanan yang didistribusikan, sesuai keputusan BGN Pusat. (Tim)

Penulis : Budi/Tim

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemko Langsa Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026
Tiga Pejabat Eselon II Riau Lolos Seleksi Administrasi Calon Komisaris PT SPR
Pemprov Riau dan Polda Bentuk Satgas Anti Narkoba, Plt Gubernur: Peredaran Sudah Sangat Mengkhawatirkan
Beredar Isu, Warga di Lahan PJKA Diminta Kembalikan Uang Rehab Rumah, Ini Penjelasan Pj Geuchik Gampong Jawa
Harga Material Bangunan di Langsa Naik Drastis, Diduga Imbas Kenaikan BBM Non Subsidi
Mendagri Tito Karnavian Nobatkan Langsa sebagai Kota Terbaik Kendalikan Inflasi Tingkat Kabupaten/Kota
PHR Perkuat Sinergi Dalam Mitigasi Karhutla di Riau
Instruksi Wali Kota Diabaikan, Sejumlah Dinas di Langsa Tak Pasang Spanduk HUT Otonomi Daerah
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:13 WIB

Pemko Langsa Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:27 WIB

Tiga Pejabat Eselon II Riau Lolos Seleksi Administrasi Calon Komisaris PT SPR

Minggu, 26 April 2026 - 20:08 WIB

Pemprov Riau dan Polda Bentuk Satgas Anti Narkoba, Plt Gubernur: Peredaran Sudah Sangat Mengkhawatirkan

Minggu, 26 April 2026 - 19:34 WIB

Beredar Isu, Warga di Lahan PJKA Diminta Kembalikan Uang Rehab Rumah, Ini Penjelasan Pj Geuchik Gampong Jawa

Minggu, 26 April 2026 - 14:17 WIB

Harga Material Bangunan di Langsa Naik Drastis, Diduga Imbas Kenaikan BBM Non Subsidi

Berita Terbaru