Lampung Selatan, NagaNews.co, – Setelah terjadi kelalaian SPPG Merbau Mataram, Desa Mekar Jaya, yang memberikan buah busuk kepada KPM B3 pada Senin, 20 April 2026, akhirnya mendapat respons cepat dari Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Balpama, S.I.Kom.
Selasa, 21 April 2026, Camat Merbau Mataram didampingi tim pengawas kesehatan UPT Puskesmas Merbau Mataram, Drg. Ayu Jember Sari, Babinsa Mekar Jaya Novi, serta Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Merbau Mataram, Arif Munandar, meninjau langsung dapur SPPG Merbau Mataram di Desa Mekar Jaya.
Langkah ini diambil guna memastikan standar keamanan pangan dan kualitas gizi tetap terjaga bagi ribuan KPM penerima MBG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya memahami kekhawatiran dan kritik yang beredar terkait temuan buah busuk yang tidak layak konsumsi. Oleh sebab itu, kami turun. Kami berharap hal serupa tidak terjadi lagi,” jelas Ricky kepada media ini, Rabu (22-04-2026).
Sementara itu, Devin Febrian selaku kepala SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Kami menyadari bahwa kualitas dan keamanan pangan adalah tanggung jawab kami. Dalam operasional sehari-hari, kami menangani ribuan porsi makanan. Mengelola logistik secara masif tentu memiliki tantangan yang sangat besar, dan risiko human error atau kesalahan teknis di lapangan bisa saja terjadi,” jelas Devin.
“Kami akan mengevaluasi dan akan memperketat pengawasan agar setiap bahan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Aminudin selaku Ketua Umum LSM Pembinaan Rakyat Lampung (LSM PRL) mengatakan bahwa pihak pengawas, dalam hal ini pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta Satgas BGN, dapat lebih tegas lagi dalam memberikan teguran.
“Kalau memang dapur SPPG tidak memperhatikan keselamatan KPM, jangan segan-segan menutup dapur SPPG yang bermasalah. Nyawa dan keselamatan KPM tidak boleh dijadikan kelinci percobaan. Kepala dapur SPPG, ahli gizi, kepala yayasan, dan pemilik dapur bertanggung jawab atas kelalaian yang mereka lakukan,” tegas Aminudin.
Menurut informasi yang disampaikan pihak beberapa sekolah, sebelumnya dapur SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya pernah menyalurkan roti berjamur dan buah salak busuk. Artinya, kelalaian ini bukan terjadi satu atau dua kali, tetapi sudah berulang kali.
Selain menyalurkan buah yang busuk dan tidak layak konsumsi, dapur SPPG Merbau Mataram Mekar Jaya juga tidak mencantumkan harga dari setiap item jenis makanan yang didistribusikan, sesuai keputusan BGN Pusat. (Tim)
Penulis : Budi/Tim
Editor : Redaksi






