Ironi di Langsa: Demo Ricuh di Tengah Ujian TKA dan Peusijuk Haji

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Benner himbauan untuk tidak korbankan kepentingan umum, dengan aksi demo.

Keterangan foto : Benner himbauan untuk tidak korbankan kepentingan umum, dengan aksi demo.

Langsa, NagaNews.co, – Sebuah ironi terjadi di Kota Langsa pada Kamis (30/4/2026). Di satu sisi, puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) tengah menghadapi Ujian Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) yang menentukan kelulusan. Di sisi lain, Pemerintah Kota Langsa menggelar tradisi peusijuek (tepung tawari) untuk melepas calon jamaah haji.

Namun, di tengah dua kegiatan sakral tersebut, ruas jalan protokol di sekitar pendopo dan sekolah justru diguncang aksi unjuk rasa. Pengeras suara menggelegar, akses jalan tersendat, dan suasana khusyuk dari kedua kegiatan terganggu.

Peristiwa ini mengulang kejadian serupa pada 2 April 2026 lalu, ketika aksi demo membuat sejumlah siswa berlari panik menembus barikade massa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ujian TKA Terganggu, Guru Khawatirkan Trauma Siswa

Seorang wali kelas di lokasi ujian yang enggan disebut namanya mengungkapkan kekhawatirannya. “Ujian ini bukan sekadar nilai. Ini soal mental. Kalau anak trauma, dia bisa benci sekolah seumur hidup,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Suara orasi massa disebutnya terdengar hingga ke dalam ruang ujian, membuat konsentrasi anak-anak terganggu.

Tradisi Peusijuk Terganggu, Calon Haji Gelisah

Bergeser beberapa ratus meter ke lokasi peusijuek, suasana yang seharusnya khusyuk dengan lantunan doa dan shalawat ikut terpecah oleh teriakan peserta demo. Para calon jamaah haji (dhuyufurrahman) tampak menunduk gelisah, sementara keluarga yang hadir tidak bisa menyembunyikan rasa was-was.

Bagi masyarakat Aceh, peusijuek bukan sekadar seremoni, melainkan peumulia (pemuliaan) adat terhadap tamu Allah. Mengganggunya dinilai mencederai marwah masyarakat dan pemerintah setempat.

Pemerintah dan Masyarakat Diminta Kedewasaan

Para pengamat dan tokoh masyarakat menilai aksi demo yang mengganggu kegiatan pendidikan dan ibadah menunjukkan perlunya regulasi yang lebih tegas. Wacana mengenai “zona larangan demo” sejauh 200 meter dari sekolah dan tempat ibadah saat ada kegiatan kembali mengemuka.

“Demo boleh, tapi adab jangan runtuh. Teriak boleh, tapi jangan di depan anak yang sedang berdoa lewat ikhtiar ujian, dan di depan tamu Allah yang sedang bersiap menjawab panggilan Labbaik,” demikian pernyataan dari salah satu tokoh adat yang turut menyayangkan kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari koordinator aksi maupun Pemerintah Kota Langsa terkait gangguan yang ditimbulkan. (B.01/ril)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Plt Gubri Lepas 28 Peserta Pesprawi XIV, Kontingen Riau Siap Ukir Prestasi dan Harmoni di Manokwari
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Air Dingin Bantu Petani Panen Jagung
PN Bengkalis Kabulkan Praperadilan, Status Tersangka Manajer KSO Agrinas Batal Demi Hukum
Prof. Mohd Nasir Terpilih Pimpin ICMI Orda Kota Langsa
Cegah Barang Berbahaya Masuk Rutan, Polsek Bukitraya Periksa Ketat Barang Bawaan Pembesuk
Transparansi Dana Desa Jadi Kunci Pj Geuchik di Tengah Transisi Pilchiksung Langsa
Door to Door System, Polsek Medan Labuhan Hadir di Tengah Warga Cegah Gangguan Kamtibmas
Polda Riau Ungkap Kasus Begal hingga Curanmor, 15 Motor & 3 Mobil Jadi Barang Bukti
Berita ini 169 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:10 WIB

Plt Gubri Lepas 28 Peserta Pesprawi XIV, Kontingen Riau Siap Ukir Prestasi dan Harmoni di Manokwari

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:33 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Air Dingin Bantu Petani Panen Jagung

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:13 WIB

PN Bengkalis Kabulkan Praperadilan, Status Tersangka Manajer KSO Agrinas Batal Demi Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:21 WIB

Prof. Mohd Nasir Terpilih Pimpin ICMI Orda Kota Langsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:56 WIB

Transparansi Dana Desa Jadi Kunci Pj Geuchik di Tengah Transisi Pilchiksung Langsa

Berita Terbaru

Keterangan Foto: Ketua terpilih ICMI Orda Kota Langsa, Prof. Mohd Nasir MA.

Berita

Prof. Mohd Nasir Terpilih Pimpin ICMI Orda Kota Langsa

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:21 WIB