Langsa, NagaNews.co – Pemilihan Geuchik (Pilchiksung) se-kota Langsa resmi dijadwalkan pada 19 Juli 2026, menandai berakhirnya masa jabatan Penjabat (Pj) Geuchik di 47 gampong dalam lingkup Pemerintah Kota Langsa.
Prosesi Pilchiksung kini terus bergulir secara bertahap. Pemerintah kota pun berharap seluruh tahapan dapat berlangsung sukses, aman, dan kondusif tanpa kendala berarti.
Namun, di balik persiapan yang berjalan, perhatian mulai tertuju pada para Pj Geuchik yang akan segera lengser. Mereka diingatkan agar tidak meninggalkan pekerjaan rumah (PR) yang berpotensi membebani kepemimpinan gampong baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu titik krusial adalah pertanggungjawaban realisasi penggunaan Dana Desa tahun berjalan. Para Pj Geuchik diminta memastikan laporan keuangan telah sesuai aturan, terutama yang bersumber dari APBN.
Meski imbauan itu terus digaungkan, penelusuran NagaNews.co di lapangan mencium adanya aroma yang berpotensi mengganggu kelancaran serah terima jabatan. Di sejumlah gampong, laporan pertanggungjawaban Dana Desa tahun berjalan dikabarkan rawan menjadi sumber masalah.
Bahkan, sumber internal menyebut anggaran ketahanan pangan menjadi sektor yang paling berpotensi memicu keruhnya situasi saat serah terima dari Pj Geuchik kepada Geuchik terpilih. Anggaran ini dinilai rawan penyimpangan dan perlu diwaspadai secara serius oleh pimpinan gampong baru.
Oleh karena itu, pantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran ketahanan pangan diharapkan menjadi prioritas utama bagi para geuchik terpilih. Langkah ini penting agar mereka tidak terjebak dalam masalah administratif maupun hukum di kemudian hari.
Transparansi Dana Desa, sejak kini, bukan hanya slogan—melainkan harga mati bagi Pj Geuchik agar masa transisi kepemimpinan berjalan bersih dan bebas dari jeratan hukum. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






