PN Bengkalis Kabulkan Praperadilan, Status Tersangka Manajer KSO Agrinas Batal Demi Hukum

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Suasana persidangan praperadilan Rasiman Manurung di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. (dok.ist)

Keterangan foto : Suasana persidangan praperadilan Rasiman Manurung di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. (dok.ist)

Bengkalis, NagaNews.co – Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis resmi membatalkan penetapan status tersangka terhadap Manajer KSO PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Rasiman Manurung (61), dalam sidang putusan praperadilan yang digelar pada Senin (15/6/2026) kemarin.

Hakim mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum Rasiman. Dengan demikian, penetapan tersangka oleh Polres Bengkalis pada 19 Mei 2025 dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum.

Hakim mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum Rasiman. Dengan demikian, penetapan tersangka oleh Polres Bengkalis pada 19 Mei 2025 dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan langsung oleh tim kuasa hukum Rasiman, DR (C) Jefferson Hutagalung dan Manuhar Silaen, SH, kepada media, Rabu (17/6/2026).

“Tindakan Termohon (Polres Bengkalis) yang menetapkan klien kami sebagai tersangka dinyatakan tidak sah dan tidak berdasarkan hukum,” ujar Jefferson.

Hal senada disampaikan kuasa hukum lainnya, Manuhar Silaen, SH. Ia menegaskan bahwa putusan ini sekaligus membatalkan status tersangka kliennya dalam penyidikan atas laporan seorang pelapor bernama Freddy.

Rasiman sendiri merupakan Manajer PT Palma Agung Betuah (PAB), perusahaan mitra KSO Agrinas yang bertugas mengelola lahan dan kebun kelapa sawit milik negara di Desa Bumbung.

Jefferson menjelaskan, pihaknya bersama direksi PT PAB akan segera berkoordinasi dengan PT Agrinas untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Kami akan koordinasi setelah salinan putusan resmi kami terima pekan depan. Proses hukum ini sempat mengganggu operasional kebun,” jelasnya.

Kronologi Pencurian yang Berujung Bumerang Hukum

Kasus ini berawal dari penunjukan PT PAB oleh Agrinas untuk mengelola kebun negara seluas 833 hektar (eks PT Handoko) dan 732 hektar (eks PT SIS) pada akhir 2025. Sejak itu, perusahaan terus dihantui aksi komplotan pencuri sawit yang beroperasi secara terang-terangan.

Memasuki April 2026, Rasiman ditunjuk sebagai Manager Operasional untuk membereskan kondisi tersebut. Namun, aksi pencurian justru kian merajalela pada 6–13 Mei 2026. Merespons hal itu, PT PAB dan Agrinas sudah dua kali melapor ke Polsek Mandau dan Polda Riau.

“Klien kami sudah melapor secara tertulis dan lisan, bahkan sempat berkomunikasi dengan pejabat Polres Bengkalis bahwa para maling akan kembali beraksi,” tegas Jefferson.

Aksi puncak terjadi pada 15 Mei 2026, ketika sekitar 30–40 orang komplotan maling kembali masuk kebun dan memanen secara paksa. Rasiman dan petugas keamanan yang turun ke lokasi justru diolok-olok dan ditantang oleh para pelaku.

“Kejadian itu bukan kekerasan sepihak. Petugas hanya menghalau, tetapi para pencuri yang menguasai lokasi justru merusak dan mengancam. Ada video dan dokumentasi yang membuktikan hal itu. Mereka mencuri lalu pulang, bukan memperkarakan lahan,” tegas Jefferson.

Menurut kuasa hukum, negara telah mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat pencurian dan pengrusakan fasilitas kebun. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini murni tindak pidana pencurian terorganisir, bukan sengketa lahan atau konflik horizontal antarwarga. (MS/int)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Mendagri Tito Dukung Perkada Tapteng: Saya Back Up Jika DPRD Tak Setuju
Investigasi NagaNews.co: Oknum APH dari Dua Institusi Vertikal Diduga Kondisikan Dana Desa Kota Langsa
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Jumat, 11 September 2026 - 23:47 WIB

Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi

Jumat, 11 September 2026 - 21:13 WIB

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Berita Terbaru