JMSI Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan di Riau, Soroti Tata Kelola dan Konflik Lahan Adat

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan : Foto bersama peserta seminar dengan pengurus JMSI Riau dan narasumber.

Keterangan : Foto bersama peserta seminar dengan pengurus JMSI Riau dan narasumber.

Pekanbaru, NagaNews.co – Dalam rangka memperingati ulang tahun keenam, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar seminar bertajuk “Pengelolaan Sawit Berkelanjutan di Provinsi Riau” pada Kamis (25/6/2026) di Aula Makodam XIX Tuanku Tambusai, Riau.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Mulono Apriyanto dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dan Dt. Ahmad Khairuddin dari Lembaga Kerapatan Adat Tambusai.

“Sawit Tanaman Paling Jujur”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, Dr. Mulono Apriyanto menyampaikan bahwa sawit merupakan tanaman yang “paling jujur”. Menurutnya, jika perawatannya baik, hasil yang diperoleh pun akan optimal.

Keterangan Foto: Dr. Mulono Apriyanto saat memaparkan tantangan industri sawit.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan perkebunan sawit di Riau sangat menjanjikan. Hal ini terbukti pada masa pandemi COVID-19, di mana Riau menjadi daerah dengan perputaran uang tertinggi di Indonesia.

“Jika ingin hasilnya bagus, maka perawatannya juga harus bagus,” ujar Mulono.

Namun, ia mengakui bahwa dalam praktiknya, pengelolaan sawit kerap menimbulkan dampak negatif terhadap aspek sosial dan ekologi. Hal tersebut disebabkan oleh pengelola yang tidak mematuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Akibatnya, sering terjadi konflik sosial antara pemilik kebun dengan masyarakat setempat, termasuk polemik terkait hutan adat.

Sorotan terhadap Perizinan Perkebunan

Sementara itu, Dt. Ahmad Khairuddin dari Kerapatan Adat Tambusai dalam paparannya lebih menyoroti kegagalan pemerintah di masa lalu dalam hal perizinan perkebunan. Ia mencatat bahwa ada sejumlah perusahaan yang sudah beroperasi puluhan tahun tetapi masih bermasalah secara administrasi perizinan, termasuk beberapa perusahaan di Rokan Hulu yang juga bersinggungan dengan Hutan Adat Tambusai.

Keterangan Foto: Kerapatan Adat Tambusai memberikan cenderamata kepada Ketua JMSI Riau, H. Dheni Kurnia.
Ahmad menilai bahwa pemerintahan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menata ulang pengelolaan hutan di Riau.

“Wilayah yang masuk dalam kawasan adat harus dikembalikan ke kelompok adat. Jika tidak diperbaiki, jangankan memiliki, sekadar lewat pun kita atau generasi mendatang jangan harap bisa lewat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto yang menertibkan lahan-lahan tanpa kelengkapan administrasi.

“Mari kita dukung program Prabowo yang menertibkan lahan yang tidak memiliki kelengkapan administrasi supaya diambil pemerintah dan dikelola oleh Agrinas, sehingga hak masyarakat adat dapat diperjuangkan,” pungkas Ahmad.

Antusiasme Peserta dari Berbagai Kampus

Peserta seminar tersebut terdiri dari puluhan perwakilan universitas di Riau, yakni dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Lancang Kuning, Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, serta Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Riau.

Sesi tanya jawab berlangsung menarik, terutama saat mahasiswa menyoroti ketidakpedulian perusahaan terhadap ekonomi masyarakat setempat. Padahal, pemerintah telah mewajibkan setiap perusahaan untuk mengalokasikan 20 persen dari luas lahannya bagi kepentingan masyarakat sekitar.

Seminar ini menjadi bagian dari komitmen JMSI dalam mendorong pengelolaan sawit yang berkelanjutan sekaligus mengedepankan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat adat di Riau.(MS)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Patroli KRYD Polsek Medan Labuhan Digelar, Antisipasi Kejahatan di Titik Rawan
Kapolda Riau Pimpin Sertijab, Rotasi Besar di Tubuh PJU dan Kapolres
Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolsek Siak Hulu Turun ke Lahan Dampingi Petani Jagung
Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan
Kodam XIX/Tuambusai Gelar Ramp Check Satgasyon 132/Bima Sakti, Pastikan Kesiapan Personel dan Alutsista
HMI Cabang Langsa Sampaikan Pokok Pikiran untuk Selamatkan Integritas TNI
Peringati HUT ke-79, Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Karya Bakti di Masjid Raya Pekanbaru
Wujudkan Swasembada Pangan, Sekjen Kemendagri: Rangkul Penyuluh Pertanian
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 22:05 WIB

Patroli KRYD Polsek Medan Labuhan Digelar, Antisipasi Kejahatan di Titik Rawan

Senin, 13 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kapolda Riau Pimpin Sertijab, Rotasi Besar di Tubuh PJU dan Kapolres

Senin, 13 Juli 2026 - 12:52 WIB

Bukan Sekadar Jaga Kamtibmas, Kapolsek Siak Hulu Turun ke Lahan Dampingi Petani Jagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:59 WIB

Kodam XIX Tuanku Tambusai Masuki Fase Krusial Pembangunan Jembatan Garuda di Tembilahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:14 WIB

Kodam XIX/Tuambusai Gelar Ramp Check Satgasyon 132/Bima Sakti, Pastikan Kesiapan Personel dan Alutsista

Berita Terbaru