Dituding Mengada-ada Soal Biaya Visum, Ini Bantahan Dirut RSUD Langsa

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto ; Direktur RSUD Langsa, Erizal

Keterangan foto ; Direktur RSUD Langsa, Erizal

Langsa, NagaNews.co – Sepekan setelah peristiwa baku hantam di kawasan Pasar Tradisional Langsa, polemik justru bergeser dari kasus kekerasan ke soal biaya rumah sakit. Oknum pedagang berinisial H alias A yang diduga bertindak preman kini menuding RSUD Langsa mengenakan biaya visum secara tidak wajar hingga mencapai ratusan ribu rupiah.

Padahal, berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden perkelahian antara BR dan H alias A terjadi pada Sabtu (27/6/2026) lalu. Namun, alih-alih fokus pada proses hukum, perhatian publik justru tertuju pada besaran biaya visum yang dianggap memberatkan.

Menanggapi tudingan tersebut, Direktur RSUD Langsa, Erizal, angkat bicara. Dalam konfirmasinya kepada NagaNews.co pada Minggu (28/6/2026), ia menegaskan bahwa tarif visum bukanlah kebijakan sepihak rumah sakit, melainkan telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak bisa serta-merta menggratiskan atau menanggung biaya visum karena ini sudah menjadi ketentuan nasional. Visum et repertum adalah bagian dari proses hukum, bukan layanan medis biasa,” ujar Erizal.

Ia menjelaskan, dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), visum termasuk layanan forensik yang dikecualikan dari tanggungan BPJS Kesehatan, bersama dengan layanan lain seperti kesehatan matra dan pelayanan tertentu yang bersifat administratif-yudisial.

Lebih lanjut, Erizal meluruskan kesalahpahaman yang kerap terjadi di masyarakat. Menurutnya, banyak yang menyamakan visum dengan pengobatan medis. Padahal, keduanya memiliki skema pembiayaan yang berbeda.

“Kalau untuk pengobatan luka akibat penganiayaan atau KDRT, itu tetap ditanggung BPJS. Tapi kalau untuk pembuatan visum sebagai alat bukti di pengadilan, biayanya mandiri. Itu aturan mainnya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak cepat mengambil kesimpulan sebelum mengetahui dasar hukumnya. “Kami terbuka jika ada yang ingin bertanya atau meminta rincian biaya secara transparan,” pungkas Erizal. (B.01)

Penulis : Baihaqi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ribuan Pomparan Toga Sinaga Hadiri Pelantikan PPTSB Samosir, Pemkab Siap Perkuat Sinergi
Pangdam XIX/TT: Donor Darah dan Pengobatan Gratis Wujud Pengabdian TNI kepada Rakyat
Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan 6 Kapolsek Jajaran Polres Kampar
Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan UNRI Resmi Diresmikan, Perkuat Kolaborasi Hadapi Kejahatan Lingkungan
1.115 Warga Beutong Ateuh Banggalang Dukung Investasi, Aspirasi Disampaikan ke Komisi III DPR RI
Penempatan Siti Zuriah Sebagai Kepala BKPSDM Langsa Perlu Ditinjau Ulang, Ini Alasannya
Ketua Harian Dekranas Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Perkuat Daya Saing Global Perajin Nusantara
Berita ini 173 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 23:21 WIB

Ribuan Pomparan Toga Sinaga Hadiri Pelantikan PPTSB Samosir, Pemkab Siap Perkuat Sinergi

Minggu, 20 September 2026 - 10:58 WIB

Pangdam XIX/TT: Donor Darah dan Pengobatan Gratis Wujud Pengabdian TNI kepada Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 10:30 WIB

Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Sabtu, 19 September 2026 - 15:33 WIB

Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Binmas dan 6 Kapolsek Jajaran Polres Kampar

Sabtu, 19 September 2026 - 15:07 WIB

Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan UNRI Resmi Diresmikan, Perkuat Kolaborasi Hadapi Kejahatan Lingkungan

Berita Terbaru