Langsa, NagaNews.co, – Ratusan juta rupiah uang desa selamat dari akal-akalan oknum tertentu yang diduga ingin memanfaatkan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai ajang meraih keuntungan pribadi di tengah terjadinya efisiensi anggaran saat ini.
Pembatalan Bimtek bagi P2G (Pengelolaan Keuangan Desa) tersebut terungkap pada hari ini, Selasa (28/4/2026), yang menyebutkan bahwa kegiatan itu tidak jadi dilaksanakan.
Hal itu dibenarkan oleh Dwi Nursanti, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Langsa. Dalam keterangan tertulisnya kepada Naganews.co, ia mengatakan, “Benar, Bimtek tidak dilanjutkan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya beredar kabar bahwa kegiatan Bimtek P2G jelang pelaksanaan Pilkades serentak akan digelar oleh lembaga Global Edukasi Prospek (GEnPro) dengan biaya Rp5 juta per orang.
Dalam Bimtek tersebut, setiap gampong diminta mengirimkan empat peserta, yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan dua orang anggota. Pada rencana kegiatan itu juga berlaku ketentuan bahwa bagi gampong yang tidak mengirimkan peserta, biaya Bimtek tetap harus disetor.
Indikasi Pemaksaan dan Tekanan
Berdasarkan pengamatan NagaNews.co, pelaksanaan Bimtek yang gagal terlaksana itu terindikasi sangat tertutup dan tergesa-gesa. Pihak desa dipaksakan. Di bawah tekanan, mereka diminta membayar biaya Bimtek meskipun tidak hadir dalam kegiatan yang diduga sebagai akal-akalan untuk meraup keuntungan pribadi dari sumber anggaran dana desa. (B.01)
Penulis : Baihaqi
Editor : Redaksi






