Empat Kelompok Massa Gelar Aksi di DPR, Bawa Tuntutan Beragam

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Spanduk demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gerbang Utama Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, (KOMPAS.com)

Keterangan foto : Spanduk demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gerbang Utama Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, (KOMPAS.com)

Jakarta, NagaNews.co — Sejumlah organisasi masyarakat dan mahasiswa direncanakan menggelar unjuk rasa di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Empat kelompok dengan beragam latar belakang dan tuntutan dipastikan turut serta dalam aksi tersebut.

Berikut rincian kelompok dan aspirasi yang dibawa:

1. AMPB: Dorong RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyuarakan dua tuntutan utama:
· Mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor
· Menuntut penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi

AMPB juga meminta DPR mengeluarkan pernyataan sikap tertulis terkait komitmen pengesahan RUU tersebut. Selain itu, mereka menyoroti kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pati Sudewo terkait proyek jalur kereta api DJKA Kementerian Perhubungan, dan menuntut penanganan segera.

Perwakilan Advokasi AMPB, Vander Waruwu, menegaskan aksi akan berlangsung damai. Koordinator Supriyono (Botok) juga mengklarifikasi bahwa massa Pati tidak memiliki agenda menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran. “Kita fokus ke dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan,” tegasnya.

2. AMDB: Perampasan Aset hingga Harga Pangan

Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) membawa tiga tuntutan:
· Pengesahan RUU Perampasan Aset
· Hukuman mati bagi koruptor
· Penurunan harga kebutuhan pokok

Koordinator Yusuf menyebut sekitar 2.000 warga Depok akan berunjuk rasa di Kantor DPRD Depok pada Rabu (26/8), sebelum bergabung dengan AMPB di DPR RI keesokan harinya. AMDB juga menyoroti penundaan transaksi rekening donasi warga Pati.

3. GERAM: 10 Tuntutan Kritis

Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) mengusung 10 poin aspirasi, di antaranya:
· Meminta pertanggungjawaban politik dan hukum Presiden Prabowo-Gibran atas kebijakan yang dinilai memperluas militerisme dan melemahkan demokrasi
· Menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mengevaluasi transparansi anggaran
· Menolak kebijakan pajak yang dinilai memberatkan dan mendorong pajak progresif
· Mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas
· Menurunkan harga pokok dan menaikkan upah buruh
· Menetapkan bencana di Sumatera dan NTT sebagai bencana nasional
· Menjamin hak pekerja rumah tangga
· Melakukan demiliterisasi dan menghentikan pembangunan batalyon
· Menghentikan kriminalisasi aktivis dan membebaskan tahanan politik
· Menyita aset koruptor untuk kepentingan publik

GERAM terdiri dari elemen mahasiswa (UNUSIA, UT, Trilogi, STF), Serikat Mahasiswa Indonesia, Serikat Tahanan Politik, dan organisasi sipil. Koordinator Ahmad Mixel memperkirakan 1.000 peserta akan hadir mulai pukul 14.00 WIB dan meminta pimpinan DPR turun berdialog.

4. RMP4: Dukung Program Prabowo

Berbeda dengan kelompok lain, Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) datang untuk mendukung kebijakan pemerintah, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menyiapkan 500 tiket dari Bangkalan, Jawa Timur.

Koordinator Ali menyatakan program MBG membantu masyarakat, namun meminta evaluasi tata kelola dan perbaikan dapur. “Bukan dihentikan, tetapi diperbaiki,” ujarnya. Massa berasal dari berbagai latar belakang, seperti tukang becak, buruh, sopir, dan pedagang.

Pantauan terakhir menunjukkan aparat keamanan telah bersiaga di sekitar kawasan Senayan untuk mengantisipasi jalannya aksi. Masyarakat pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif.(MS/lnt)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

IKMBD Dumai Gelar HUT ke-34, Soroti Bantuan Sosial hingga Konflik Tanah Kuburan Kristen
Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah
Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:39 WIB

IKMBD Dumai Gelar HUT ke-34, Soroti Bantuan Sosial hingga Konflik Tanah Kuburan Kristen

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Berita Terbaru

Penulis: Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah, Lc. MA
(Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa)

Berita

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:05 WIB