Wamendagri Bima Arya: Generasi Muda Harus Ambil Peran di Tengah Disrupsi Digital

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menjadi narasumber dalam Talk Show Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/8/2026).

Keterangan Foto: Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menjadi narasumber dalam Talk Show Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/8/2026).

Tangerang Selatan, NagaNews.co – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mengambil peran aktif dalam membangun Indonesia di tengah disrupsi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Ajakan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Talk Show Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/8/2026).

“Sekecil apa pun, ambil peran. Mau di RT, mau di komunitas, mau di kota, mau di kampus, ambil peran,” tegasnya di hadapan para mahasiswa baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bima menyadari bahwa banyak mahasiswa cemas terhadap kemajuan AI. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat. Sepintar apa pun AI, manusia tetap akan menjadi pengendali utama selama mampu menguasainya dengan baik.

“AI itu keniscayaan, AI adalah tanda-tanda zaman. Tapi yakinilah, AI memudahkan dan menghubungkan, tapi tidak semua tergantikan oleh AI. AI tidak punya hati, tidak punya nurani. AI tidak akan menghasilkan wisdom dan value. Selamanya manusia akan jadi pemenang, karena manusia memiliki nilai,” ujarnya.

Menurut Bima, generasi muda harus mampu membaca tanda-tanda zaman melalui dua pendekatan: science (keilmuan) dan wisdom (kebijaksanaan). Ia mengingatkan bahwa perubahan saat ini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan masa lalu—dari yang sebelumnya memakan waktu satu dekade, kini bisa terjadi hanya dalam hitungan hari, terutama akibat derasnya arus digital.

“Kultur dan teknologi berubah sangat cepat. Revolusi kini digerakkan bukan lewat buku atau pamflet, tapi lewat TikTok, Threads, media sosial, dan platform digital lainnya. Pergerakan sosial di dunia nyata didorong oleh fenomena di dunia maya,” jelasnya.

Untuk menghadapi itu, Bima menyebutkan tiga kompetensi yang wajib dimiliki generasi muda:

1. Digital skills – kemampuan mendalami dunia digital,
2. Thinking skills – kemampuan berpikir analitis dan memecahkan masalah,
3. Human skills – kemampuan membangun hubungan antarmanusia.

” Hidup ini adalah seni bergaul, memperbanyak teman, memperkuat jaringan. Dan pada saatnya kalian akan percaya bahwa hidup yang kalian dapatkan tidak ada artinya tanpa diimbangi oleh karakter,” pesannya.

Bima juga menekankan pentingnya membangun karakter melalui pengalaman nyata di luar ruang perkuliahan. Di era digital, ilmu tidak hanya diperoleh dari buku teks, tetapi juga dari diskusi, pergaulan, dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Ia menilai UIN Syarif Hidayatullah bukan sekadar menara gading, melainkan kampus yang menyatu dengan lingkungan dan masyarakat. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya mengasah kecerdasan, tetapi juga menjelajahi kehidupan di luar kampus guna membentuk kebijaksanaan dan kedewasaan.

“Saya mendoakan teman-teman semua, mahasiswa baru UIN, tidak saja mewarisi kecerdasan para penerus kalian, tapi juga mewarisi kebijaksanaan dan kematangan para pendahulu kalian yang lebih dulu mentas,” tandasnya. (MS)

Penulis : MS

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah
Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa
Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai
NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti
Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi
Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan
Demo Kejati Riau: Massa Minta Kebun Sawit Sitaan Tak Kembali ke Oligarki
Mendagri Tito Dukung Perkada Tapteng: Saya Back Up Jika DPRD Tak Setuju
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:22 WIB

Dua Excavator Dikerahkan, Pemko Langsa Percepat Normalisasi Krueng Langsa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

Gerak Cepat Tangani Banjir, Pemko Langsa Bantu Warga dan Tinjau Aliran Sungai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:06 WIB

NagaNews.co Tegaskan Berita Dana Desa Sesuai Kode Etik, Bantah Tudingan Giring Opini Tanpa Bukti

Jumat, 11 September 2026 - 23:47 WIB

Dituding Opini Tanpa Data, NagaNews.co Tegaskan Pemberitaan Berdasar Konfirmasi

Berita Terbaru

Penulis: Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah, Lc. MA
(Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa)

Berita

Opini: Karhutla Bukan Musibah, Melainkan Pelanggaran Amanah

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:05 WIB